AYOJAKARTA.COM - Berikut ini adalah tujuh deretan hacker berbahaya yang mendunia jauh sebelum kemunculan Bjorka.
Seperti diketahui, belum lama ini publik digegerkan dengan munculnya seorang hacker bernama Bjorka.
Bjorka melancarkan aksinya membocorkan data-data penting pemerintahan Indonesia, termasuk para pejabat hingga mengungkap kasus kematian Munir.
Baca Juga: Lewat Akun Twitter Barunya, Hacker Bjorka Mendadak Pamit Istirahat, Ada Apa?
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Portal Yogya dengan judul "Ada yang Dari Indonesia! Inilah 7 Deretan Hacker Berbahaya yang Mendunia, Jauh Sebelum Hebohnya Bjorka".
Bahkan, salah satu dari tujuh deretan hacker berbahaya yang mendunia ini asalah satunya berasal dari Indonesia.
Bjorka akhir-akhir ini menjadi trending topic di Twitter oleh karena aksinya yang seringkali dianggap usil hingga menyentil para pejabat negeri dengan berbagai cuitannya.
Baca Juga: Mahfud MD Tak Ambil Pusing Datanya Bocor, Hacker Bjorka: Yakin Nggak Ada Data Penting yang Bocor?
Menindaklanjuti hal tersebut, akun Bjorka di twitter lalu didelete oleh pemerintah Indonesia, ia muncul kembali dengan sejumlah nama baru.
Karena aksinya tersebut, Bjorka menjadi salah satu hacker yang paling dicari, saat ini kasus masih tengah ditangani oleh Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Kasus peretasan data semacam ini bukanlah kejadian pertama di dunia.
Baca Juga: Pemerintah Bergerak Cari Tahu Sosok di Balik Hacker Bjorka, BSSN hingga BIN Dikumpulkan Jokowi
Dilansir PortalYogya.com dari Bonsernews.com pada 13 September 2022, inilah nama-nama hacker terkenal dan berbahaya yang telah menguasai dunia teknologi siber.
1. Kevin Mitnick
Kevin Mitnick adalah tokoh hacker terkenal di Amerika pada tahun 1990-an. Kelebihannya dalam dunia peretasan dimulai sejak menginjak remaja.
Pada 1981, Mitnick yang berusia 16 tahun didakwa mencuri manual komputer dari perusahaan layanan telepon Pacific Bell.
Tidak berhenti disana, setahun kemudian, yakni pada 1982, ia meretas Komando Pertahanan Amerika Utara (NORAD). Aksinya ini yang kemudian menginspirasi film War Games (1983) yang dibintangi Matthew Broderick.
Baca Juga: Hacker Bjorka Bakal Bongkar Kasus Ferdy Sambo? Turut Singgung Nama Tito Karnavian
Ia sempat ditahan p=dan dipenjara pihak berwajib, namun Mitnick kembali meretas sistem pesan suara Pacific Bell.
Mitnick juga sempat menjadi buron FBI. Hingga Februari 1995, ia berhasil ditangkap karena meretas komputer Tsutomu Shimomura, seorang ilmuwan peneliti.
Namun, sepanjang kariernya sebagai peretas, Kevin Mitnick tidak pernah mengeksploitasi akses dan data yang diperolehnya.
Baca Juga: Waduh! Hacker Bjorka Diminta Tangani Kasus Ferdy Sambo, Sindir Rekaman CCTV
2. Matthew Bevan dan Richard Pryce
Matthew Bevan dan Richard Pryce merupakan tim peretas asal Inggris.
Tidak main-main, mereka meretas beberapa jaringan militer pada tahun 1996, termasuk Pangkalan Angkatan Udara Griffiss, Badan Sistem Informasi Pertahanan, dan Institut Penelitian Atom Korea (KARI).
Matthew Bevan, alias Kuji, dan Richard Pryce, alias Datastream Cowboy, pernah dituduh hampir memulai perang dunia ketiga setelah mereka membuang penelitian KARI ke sistem militer Amerika.
Adapun Matthew Bevan mengklaim bahwa dirinya ingin membuktikan teori konspirasi UFO.
Baca Juga: Nekat Bikin Akun Baru, Bjorka Langsung Serang Iwan Bule Sampai Sebar Data di Telegram
3. Kevin Poulsen
Ketika umur 17 tahun, nama Kevin Poulsen menjadi terkenal karena pemilik nama lain Dark Dante ini pernah menjebol sistem Arpanet, jaringan komputer Pentagon pada tahun 1983.
Aksinya itu membuat Poulsen ditangkap, namun dilepaskan karena masih di bawah umur, hanya mendapat peringatan.
Baca Juga: Bjorka Sebut Ketua PSSI Berteman dengan Bos Judi, Posisi Iwan Bule di Polri Diungkit?
Tidak berhenti di sana, pada tahun 1988, Poulsen meretas komputer pemerintah federal dan mencuri informasi soal Presiden ke-10 Filipina, Ferdinand Marcos. Hal ini membuatnya masuk ke dalam daftar buronan FBI.
Dia dikejar aparat dan berhasil kabur, bahkan dilaporkan memenangkan sebuah kontes hacker berhadiah mobil Porsche. Media menjulukinya sebagai Hannibal Lecter of computer crime.
Poulsen lalu ditangkap di sebuah supermarket. Ia dijatuhi hukuman 51 bulan penjara dan tagihan sebesar 56.000 dolar Amerika. Ia juga dilarang menggunakan komputer selama 3 tahun.
4. Gary McKinnon
Gary McKinnon menjadi viral di zamannya karena mampu menjebol jaringan komputer NASA dan Pentagon. Aksinya disebut-sebut sebagai hack militer terbesar yang pernah ada.
Pria berkebangsaan Skotlandia ini dituduh menjebol 97 komputer milik NASA dan Pentagon pada tahun 2001 dan 2002, sehingga disebut-sebut sebagai hacker paling berbahaya di dunia.
Baca Juga: Dituding Hanya Sebagai Pengalihan Isu Kasus Besar, Hacker Bjorka Ungkap Motif Sebenarnya
Tidak hanya itu, dirinya juga disebut berhasil mematikan dua ribu komputer di sebuah perusahaan terkenal.
McKinnon yang mengaku sebagai nerd itu diestimasi menimbulkan kerugian uang sampai 700.000 dolar AS dan dan mengganggu jalur suplai militer.
Menurut New York Daily News, Albert Gonzalez yang dijuluki Soupnazi itu memulai perjalanan sebagai peretas saat memimpin kelompok kutu buku komputer bermasalah di sekolah menengahnya di Miami.
Baca Juga: Inilah 7 Kejanggalan dari Sosok Bjorka yang Membocorkan Data Pemerintah, Diduga Bukan Hacker Murni
Ia kemudian aktif di situs perdagangan kriminal Shadowcrew.com. Selain mencuri dan menjual nomor kartu kredit, Shadowcrew juga membuat paspor palsu, kartu asuransi kesehatan, dan akta kelahiran untuk kejahatan pencurian identitas.
Pada usia 22 tahun, Gonzalez ditangkap di New York karena penipuan kartu debit terkait dengan mencuri data dari jutaan rekening kartu.
Untuk menghindari hukuman penjara, Albert menjadi informan untuk Secret Service, yang akhirnya membantu mendakwa puluhan anggota Shadowcrew.
Baca Juga: Tangani Hacker Bjorka, Johnny G Plate: Badan Siber hingga BIN Diturunkan
6. Adrian Lamo
Adrian Lamo lahir di Boston dan tumbuh bersama ayahnya di luar Bogotá, Kolombia. Awal aksi peretasannya yakni menggunakannya untuk kepentingan permainan komputer.
Saat usianya 20 tahun, Lamo menggunakan alat manajemen konten yang tak dilindungi di Yahoo, memodifikasi artikel Reuters dan menambahkan kutipan palsu yang dikaitkan dengan mantan Jaksa Agung John Ashcroft.
Baca Juga: Kata Menkominfo Johnny G Plate Soal Data yang Diretas Hacker Bjorka
Adrian Lamo meretas sistem lalu memberitahu pers dan korbannya. Tidak berhenti disana, ia bahkan membantu kekacauan untuk meningkatkan keamanan mereka.
Keahliannya di bidang hacking, membuat ia mampu menyusup ke jaringan komputer perusahaan raksasa seperti New York Times, Yahoo, bahkan Microsoft.
Baca Juga: Bjorka Bocorkan Data Tito Karnavian, Kaitkan Dengan Sosok Ferdy Sambo. Kenapa?
Peretas terakhir dan berbahaya datang dari Indonesia. Ia adalah Jim Geovedi. Jim Goevedi menjadi salah satu deretan hacker yang ditakuti di dunia.
Jim mengaku pernah meretas satelit Indonesia dan satelit China, di mana keduanya merupakan satelit milik kliennya.
Di kedua kasus satelit itu, Jim diminta untuk menguji sistem keamanan kontrol satelit. Dan ia melihat ada celah untuk melakukan pergeseran.
Tidak berhenti di sana, keahlian Jim yang diakui dunia lainnya adalah kemampuannya mengendalikan jaringan internet di Indonesia serta melakukan modifikasi semua transaksi keuangan.
Namun, pria asal Bandar Lampung itu enggan untuk melakukan hal tersebut.
Pada tahun 2004, Jim diminta membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) saat data pusat penghitungan suara pemilu diretas. Kasus ini berhasil diusut hingga berujung pada penangkapan hacker bernama Dani Firmansyah.***