News

Pesan Terbuka Hacker Bjorka untuk Pemerintah RI: Saya Menunggu Sampai Digrebek!

Oleh: Juanita Safitri Senin 12 Sep 2022, 08:02 WIB
Ilustrasi hacker Bjorka beri pesan terbuka untuk pemerintah RI.

AYOJAKARTA.COMBjorka kembali menghebohkan jagat maya Indonesia dengan meretas data pribadi dari Menkominfo, Johnny G Plate, hingga Ketua DRP-RI Puan Maharani.

Kemudian Bjorka juga dengan ganas menyebarkan data diri yang diduga sebagai pelaku pembunuhan Munir yang telah bertahun-tahun lamanya belum terkuak.

Tidak sampai di situ, Bjorka juga dikabarkan masih akan terus menghantui para pemerintah RI dengan mengancam akan menyebarkan data rahasia Presiden Joko Widodo dengan Badan Intelijen Negara (BIN).

Baca Juga: Brigjen Hendra Kurniawan Tampil, Bongkar Skenario Licik Ferdy Sambo, Begini Ungkapannnya

Seperti tak pernah takut, Hacker Bjorka yang hingga kini masih belum diketahui berasal dari belahan negara mana itu, menantang Pemerintah RI secara terang-terangan melalui grup Telegram.

Bjorka menantang Pemerintah RI untuk "menghukumnya" yang ditulis melalui pesan grup di Telegram.

“Saya masih menunggu untuk diserbu oleh Pemerintah Indonesia,” tulisnya melalui pesan grup Telegram pada Sabtu, 10 Sepetember 2022, dikutip dari CianjurPedia.com.

Baca Juga: Terkuak Keberadaan Kamaruddin Simanjuntak yang Dikabarkan 'Hilang' Usai Diusir Bareskrim, Ini yang Dilakukan!

Sebelum akhirnya merembet pada data pemerintahan RI, Bjorka juga sempat dikenal karena aksinya yang melakukan peretasan data pelanggan Indihome yang terjadi baru-baru ini.

Tidak berselang lama, Bjorka membocorkan surat rahasia untuk Presiden Jokowi dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Kebocoran surat rahasia itu berisikan catatan dari tahun 2019-2021 beserta dokumen yang dikirimkan Presiden, termasuk juga surat-surat yang dikirim dari BIN dengan dilabeli rahasia.

Baca Juga: 2 Ajudan Ferdy Sambo Kompak Tampil Bongkar Borok Sang Jenderal, Rusak Skenario Cantik Eks Kadiv Propam

Kepentingannya melakukan aksi peretasan itu untuk dijualanya melalui forum breached.to dengan mematok tarif cukup murah, yaitu 8 digit saja.

Bjorka menuliskan dalam keterangannya, dokumen tersebut dicuri pada September 2022 yang terdiri dari 679.180 data dengan kapasitas 40 MB yang sebelum di-compress adalah 189MB.

Meskipun tidak menyertakan secara rinci berapa harga jual dari data yang berhasil dia bobol, namun ia menyertakan sejumlah sampel atau contoh dokumen yang berisi kata "tittle of the letter, letters number, sender, receiver employee id, letter data, etc".

Baca Juga: Dzikir Pamungkas Penghapus Dosa dan Mendatangkan Rezeki Menurut Syekh Ali Jaber, Baca 3 Kali Setiap Hari

Kini Bjorka kembali mengganas dengan mengancam akan meretas aplikasi MyPertamina dan meneyebarluaskannya.***

Reporter Juanita Safitri
Editor Tedi Rukmana