AYOJAKARTA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD buka suara terkait misteri dibalik lengsernya Gus Dur.
Gus Dur merupakan panggilan akrab dari KH. Abdurrahman Wahid, yang merupakan cucu dari seorang ulama besar pendiri jam'iyah Nahdhatul Ulama yaitu KH. Hasyim Asy'ari.
Gus Dur memiliki perjalanan yang sangat panjang di masa mudanya, baik dalam bidang pendidikan maupun dalam membina rumah tangganya.
Gus Dur menjadi Presiden Republik Indonesia yang keempat, namun sayang Gus Dur dalam memimpin bangsa ini terbilang hanya seumur jagung saja.
Gus Dur mendapatkan banyak tekanan dari lawan politiknya, sehingga pada tahun kedua dirinya menjabat sebagai Presiden RI, Gus Dur dilengserkan.
Dalam satu kesempatan Mahfud MD, mengungkapkan misteri lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan pada saat itu.
Baca Juga: Mbah Moen Ditemui Nabi Khidir saat Masih Mondok di Lirboyo Kediri dengan Sosok Petani, Ini Alasannya
Tepatnya pada tanggal 23 Juli 2011 KH. Abdurrahman Wahid atau Gus Dur lengser dari jabatan sebagai seorang kepala negara atau Presiden.
Berikut kisah lengsernya Gus Dur dari kursi kepresidenan, dilansir Portal Majalengka dari kanal YouTube Ndaru Chanel.
Gus Dur kala itu mendapatkan fitnah yang luar biasa dari lawan politiknya yang sangat kotor. Berbagai fitnah pun ditunjukkan kepada Gus Dur dengan tujuan menggulingkan kekuasaan Gus Dur.
Namun, Gus Dur memilih melepas jabatan Presiden RI itu karena tidak ingin adanya perpecahan yang lebih besar pada rakyat Indonesia.
Artikel ini telah tayang di Portal Majalengka dengan judul 'MISTERI Dibalik Lengsernya Gus Dur, Mahfud MD Bongkar Faktanya'
Sebenarnya, Gus Dur bisa saja tetap melanjutkan jabatannya sebagai presiden dengan lobi politik yang dilakukan.
Namun, Gus Dur bukan tipikal politisi kotor yang melakukan segala cara hanya untuk mempertahankan kekuasaan.
Mahfud MD mengungkapkan bahwa Gus Dur bisa saja tidak lengser dari kursi kepresidenannya saat itu, namun Gus Dur lebih memilih untuk melepaskan jabatan Presidennya.
"Gus Dur itu kalau mau, tidak jatuh sebagai presiden gampang saja," kata Mahfud MD.
Syarat Gus Dur untuk bisa tetap jadi Presiden sangatlah mudah, yakni jika Gus Dur mau berkompromi dengan kezaliman, melanggar konstitusi sangat bisa.
Mahfudz MD sebagai juru lobi dengan kekuatan politik lain.
"Saya bicara, lalu Gus Dur bilang" kata Mahfudz MD.
"Sudahlah, Gus Dur Tidak akan dijatuhkan asal menteri ini dikasihkan ini dan lainnya," papar dia.
Namun ketika Mahfud MD menyampaikan hal itu pada Gus Dur, Gus Dur dengan tegas mengatakan dirinya tidak mau melanggar konstitusi.
"Saya lebih baik jatuh dari presiden daripada saya melanggar konstitusi dengan didikte oleh partai-partai untuk menentukan menteri," ucap Mahfud MD menirukan Gus Dur.
Padahal, kata Mahfudz MD menteri itu adalah hak prerogatif presiden.
Baca Juga: Mbah Moen Sebut Jika Ingin Masuk Surga Harus Tahu Angka 234 Dji Sam Soe, Ini Alasannya
Dia menilai Gus Dur merupakan sosok yang tegas dalam memimpin, namun sikapnya terhadap rakyat halus, lembut dan tidak jaga image.
Demikianlah kisah Gus Dur yang harus dilengserkan dari kursi Presiden. Wallahu 'alam bishowab. *** (Rahman Prayitno Sodikin/ Portal Majalengka)