AYOJAKARTA.COM - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, menyatakan tidak sependapat dengan pernyataan pribadi sang Wakil Gubernur, Uu Ruzhanul Ulum yang menyebutkan poligami adalah solusi untuk mengatasi penularan HIV AIDS.
“Adapun pendapat pribadi Pak Wagb Uu Ruzhanul Ulum terkait poligami sebagai solusi, saya pribadi tidak sependapat,” ujarnya menyambung dari akun Twitter pribadinya @ridwankamil.
Selanjutnya, Ridwan Kamil menyebutkan delapan upaya yang sudah dilakukan dalam penanggulangan HIV AIDS dan Infeksi Menular Seksual di Jawa Barat, di antaranya:
1. Melakukan skrining dini tes HIV AIDS pada populasi kunci (wps, lsl, waria, penasun), ibu hamil pasien TB, Warga Binaan Pemasyarakatan.
2. Melakukan perluasan layanan konseling tes HIV, layanan perawatan dukungan dan pengobatan.
3. Melakukan peningkatan kapasitas petugas puskesmas dalam pengembangan layanan test and treat.
4. Melakukan evaluasi triple eliminasi dengan sasaran ibu hamil yang dites HIV, sifilis, dan hepatitis.
5. Melakukan pemantauan desentralisasi obat ARV di 27 kabupaten atau kota.
6. Melakukan pemantauan Viral Load bagi ODHA untuk melihat evaluasi penggunaan ARV pada ODHA.
7. Melakukan pertemuan terkait kolaborasi TB HIV.
8. Melakukan kegiatan pemetaan populasi kunci untuk mendapatkan gambaran estimasi populasi kunci.
Uu Ruzhanul Ulum Sarankan Remaja Nikah Muda dan para Suami Poligami
Menanggapi maraknya kasus penularan HIV AIDS di wilayah Jawa Barat (Jabar) khususnya Kota Bandung, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, salah satu solusi untuk mencegah penularan HIV AIDS adalah dengan menikah dan poligami.
Baca Juga: Ridwan Kamil Turun Tangan soal Kecelakaan Maut di Bekasi, Perusahaan Kena Teguran
Hal itu dinilai bisa menjadi solusi agar terhindar dari penularan HIV AIDS, khususnya di kalangan remaja dan para suami yang suka 'jajan sembarangan'.
"Menikah merupakan ibadah yang menjadi salah satu sunnah Rasulullah SAW. Setiap ibadah pasti punya nilai kebaikan bagi yang menjalankannya," kata Uu Ruzhanul Ulum, Selasa, 30 Agustus 2022.
Tak hanya itu, Uu Ruzhanul Ulum menilai bahwa tujuan lain menikah adalah agar terhindar dari zina. Pasalnya, perzinahan terbukti membawa banyak kerusakan, seperti penyakit kelamin menular, seperti HIV/AIDS.
Dari data yang diperoleh dari Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Bandung, dari 5.943 kasus positif HIV selama periode 1991-2021, 11 persen diantaranya merupakan Ibu Rumah Tangga (IRT)
Hal itu terjadi karena suami 'jajan' sembarangan dan tidak menggunakan pengaman dengan pekerja seks.
Selain IRT, 6,9 persen atau 414 kasus HIV terjadi pada mahasiswa di Kota Bandung.
Baca Juga: Ridwan Kamil Buka Suara Terkait Fenomena Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV: Datanya Keliru!
Menanggapi fenomena tersebut, Uu menekankan bahwa dalam Islam perzinahan sangat dilarang. Maka pernikahan menjadi solusi untuk memelihara seseorang dari zina.
Upaya lain yang bisa dilakukan adalah penyuluhan atau pendidikan terkait seks harus lebih serius diberikan kepada generasi muda.
"Allah tidak akan membuat sebuah larangan kecuali dilanggar akan mendapatkan kemudharatan, kemafsadatan, kepayahan, kerugian," tutur Uu Ruzhanul Ulum.
Uu melanjutkan, selain harus adanya pemahaman terkait bahaya HIV AIDS, pendidikan terhadap masyarakat penyuluhan dari pemerintah tentang HIV AIDS, dan masyarakat juga harus mempunyai keberanian untuk bersikap.
Maka dari itu, dia mengimbau kepada anak muda yang sudah tidak kuat ingin menyalurkan hasrat birahi agar segera menikah.
Selain itu, Uu mengungkapkan bahwa jika suami tidak cukup dengan satu pasangan, maka agama mengizinkan suami untuk berpoligami.
Baca Juga: Mbah Moen Sebut 3 Golongan Manusia Ini Membuat Dunia dalam Bahaya Besar, Mengapa?
"Daripada seolah-olah dia (suami) tidak suka begitu, tapi akhirnya kena (HIV AIDS) ke istrinya sendiri, toh agama juga memberikan lampu hijau asal siap adil kenapa tidak?" katanya.
"Makanya, dari pada ibu kena (HIV AIDS) sementara ketahuan suami seperti itu, mendingan diberikan keleluasaan untuk poligami," kata Uu Ruzhanul Ulum.*** (Puji Fauziah/ Pikiran Rakyat)