News

Anggota TNI Otak Kasus Penembakan Istri di Semarang Meninggal Dunia

Oleh: Cita Aryani. M Kamis 28 Jul 2022, 12:42 WIB
Potret Anggota TNI yang tega merencanakan pembunuhan kepada sang istri

AYOJAKARTA.COM - Tim gabungan TNI-Polri beberapa waktu lalu memburu Kopral Dua Muslimin alias Kopda Muslimin.

Kopda Muslimin merupakan anggota TNI aktif yang kabur setelah insiden penembakan terhadap Rina Wulandari, istrinya sendiri viral di Kota Semarang.

Kopda Muslimin telah menghilang selama 11 hari pasca kejadian penembakan terhadap istrinya tersebut.

Tim Gabungan dari Polda Jawa Tengah dan Kodam IV Diponegoro akhirnya berhasil mengungkap misteri kasus penembakan terhadap Rina Wulandari (34) di Jalan Cemara III Banyumanik Kota Semarang, Senin (18/7/2022) lalu.

Sebelumnya, Kopda Muslimin sempat berbicara bahwa ia merasa tidak kuat saat menjalani bahtera rumah tangga bersama Rina Wulandari hingga akhirnya berniat menembak mati istri.

Baca Juga: Fakta-Fakta Penembakan Istri TNI di Semarang, 4 Kali Coba Dibunuh Sang Suami dari Diracun hingga Ditembak

Dalam kejadian ini, polisi telah menahan lima orang tersangka yang merupakan tim ekskutor dan satu orang pemasok senjata.

Kopda Muslimin menjadi otak semua peristiwa yang bikin geger warga Semarang tersebut.

Belum juga berhasil ditangkap, Kopda Muslimin dikabarkan meninggal dunia di rumah orang tuanya di Kendal, Jawa Tengah.

Saat ini belum ada keterangan resmi terkait kondisi Kopda Muslimin.

Dari kabar yang beredar, Muslimin dikabarkan meninggal dunia akibat menenggak minuman beracun.

Kopda Muslimin meninggal dunia di rumah orang tuanya, di Kelurahan Trompo RT 02 RW 01 Kecamatan Kota Kendal Kabupaten Kendal, sekira pukul 06.15 WIB.

Pantauan AyoJakarta.com dari tayangan TV ONE pada Kamis (28/7/2022), Kopda Muslimin yang merupakan anggota Batalyon Arhanud 15 Semarang itu pulang ke rumah orang tuanya pada pagi hari.

Kopda M sebelumnya sempat mengalami muntah-muntah.

“Berdasarkan informasi dari ibu Kopda M bahwa tadi pagi pukul 05.30 WIB ia pulang ke rumah di Kelurahan Trompo, Gang Adem Ayem, Kecamatan Kendal, Kabupaten Kendal. Setelah itu Kopda Muslimin diketahui muntah-muntah, lalu meninggal dunia,” sebut ibu Kopda Muslimin dalam keterangannya.***

Reporter Cita Aryani. M
Editor Fathul Amanah