AYOJAKARTA.COM - Kabar gembira baru-baru ini datang dari anak bangsa yang berjuang secara perlahan namun pasti membawa nama Indonesia harum di kancah mancanegara.
Wakil dari Indonesia berhasil meraih 5 medali dari International Mathematical Olympiade atau IMO 2022 ke-63 yang berlangsung di Oslo, Norwegia.
Para siswa tersebut meraih satu medali perak, empat medali perunggu, dan satu medali honorable mentions.
Salah satu peserta yang mendapat medali honorable mentions yakni Andrew Daniel Janong dari SMA Penabur Jakarta.
Adapula Rafael Kristoforus Yanto dari SMA Penabur Gading Serpong berhasil membawa medali perak.
Lalu untuk peraih medali perunggu berhasil diraih oleh Sandy Kristian Waluyo dari SMA Penabur Cirebon, Maulana Satya Adigama dari SMA Taruna Nusantara, Evelyn Lianto dari Mawar SMA Sharon Surabaya, dan Vanya Priscillia dari SMA Petra 2 Surabaya.
Perlu diketahui dalam kompetisi IMO 2022 yang diselenggarakan selama dua hari tersebut, para peserta diminta untuk mengerjakan enam soal matematika yang masing-masing terdiri dari tiga soal per hari dan harus dikerjakan dalam waktu 4,5 jam.
Seluruh soal-soal ini meliputi empat bidang yang dipertandingkan yakni aljabar, kombinatorika, geometri dan teori bilangan.
Soal-soal yang diberikan merupakan soal-soal yang original dengan tipe soal yang belum pernah dikerjakan oleh siswa manapun sebelumnya.
Pelaksana tugas Kepala Pusat Prestasi Nasional, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Asep Sukmayadi menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas seluruh pencapaian ini.
Karena merupakan suatu hal yang tak terduga, dimana pada saat proses pembinaan pra-olimpiade para peserta mengalami sedikit masalah teknis karena adanya peraturan medis mengenai pembatasan kuantitas dalam berkerumun sehingga proses pembinaan terganggu.
Namun itu semua tidak menahan para pelajar Indonesia ini untuk terus berjuang mendapatkan medali dan membawa harum nama Indonesia.
“Hasil yang dicapai oleh siswa-siswa Indonesia dengan mendapatkan satu medali perak, empat medali perunggu dan satu honourable mention merupakan prestasi yang luar biasa di tengah berbagai keterbatasan yang dialami dalam sistem pembinaan tim di masa pandemi ini,” tutur Asep dikutip dari laman Kemendikbud Ristek.
Menurutnya, untuk dapat mengerjakan soal, para peserta dituntut memiliki kecepatan berpikir, ketenangan mental dan kreativitas yang tinggi.
Asep juga mengungkapkan tak jarang para matematikawan profesional pun merasa kesulitan untuk mengerjakan soal-soal IMO dalam rentang waktu yang diberikan penyelenggara.
Baca Juga: Piala Thomas: Indonesia Cari Celah Kalahkan Ganda Putra Peraih Medali Emas Olimpiade Tokyo
“Para peserta IMO ini, sebagaimana telah terbukti sebelumnya, di masa datang akan menjadi para ilmuwan, matematikawan, insinyur, dan ekonom yang memberikan kontribusi besar bagi kemajuan ilmu dan teknologi,” ujarnya optimistis.
Dalam gelaran Olimpiade Matematika Internasional (IMO) tersebut, sebenarnya dua wakil Indonesia yakni Rafael dan Sandy masing-masing hampir membawa pulang 1 medali emas dan 1 medali perak, namun sayang poin akhir hanya terpaut selisih satu angka.*** (Arif Nurrohman)