AYOJAKARTA.COM - Menjelang musim hujan serta libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024-2025, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan kesiapan infrastruktur untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengantisipasi potensi bencana.
Instruksi tegas Dody Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum Indonesia, bahwa dalam menghadapi musim hujan serta menjelang Nataru telah diberikan kepada seluruh kepala balai di Indonesia untuk melakukan pengecekan secara menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur jalan, jembatan dan juga sistem drainase.
"Saya, Dodi Hanggodo, Menteri Pekerjaan Umum, bersama ini menginstruksikan kepada para kepala Balai Wilayah Sungai, Balai Jalan Nasional, Balai Prasarana Permukiman Wilayah di seluruh Indonesia untuk melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap kondisi infrastruktur pekerjaan umum." Kata Dody.
Prioritas utama dalam menghadapi musim hujan dan Nataru adalah memastikan keamanan serta kenyamanan pengguna jalan.
Pengecekan tersebut meliputi kondisi untuk memastikan bahwa di jalan tidak ada lubang atau kerusakan yang membahayakan serta kebersihan saluran drainase untuk mencegah genangan air.
"Memastikan juga perkerasan pada infrastruktur jalan dalam kondisi baik, zero hole, tidak ada jalur atau rutting gelombang dan jembul atau softening, ruang milik jalan yang bersih dan rapi, saluran drainase dalam kondisi baik, marka jalan harus terlihat jelas." Ujarnya.
Standar pelayanan minimal (SPM) jalan tol juga jadi perhatian termasuk kapasitas parkir, kebersihan toilet serta kesiapan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).
Demi antisipasi dampak puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Desember 2024 hingga Januari 2025, ada langkah antisipatif telah disiapkan.
Pengecekan secara menyeluruh terhadap tanggul sungai serta bangunan dengan struktur sumber daya air yang akan dilakukan untuk memastikan fungsinya berjalan secara optimal.
Identifikasi wilayah rawan banjir serta tanah longsor juga menjadi bagian terpenting dari upaya mitigasi bencana.
Kesiapsiagaan alat berat, pompa air serta sumber daya manusia (SDM) lainnya juga sudah dipersiapkan.
Baca Juga: Banyak Penipuan Pinjam Uang ke Orang Dekat! Kenali 3 Tanda WhatsApp Kamu Disadap
Koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) akan terus dilakukan untuk memastikan respon lebih cepat serta tepat terhadap potensi bencana.
Untuk penanganan darurat, unit-unit mobil toilet, mobil tangki air, hidran umum serta toilet portabel telah disiagakan untuk didistribusikan ke lokasi yang memang membutuhkan.
"Untuk para Balai Prasarana Permukiman Wilayah agar melaksanakan siaga unit-unit mobil toilet, mobil tangki air, hidran umum, dan toilet portable yang tersebar dan dapat segera didistribusikan untuk penanganan tanggap darurat bencana." Tegas Dody.
Tim tanggap darurat bencana juga sudah dipersiapkan dan ditempatkan pada titik-titik rawan bencana.
Posko bantuan darurat telah dilengkapi dengan petugas serta material penanganan darurat yang siap beroperasi.
Koordinasi lintas sektoral juga jadi kunci keberhasilan dalam menghadapi musim hujan dan Nataru.
Kerjasama dengan Kementerian Perhubungan, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), dan kementerian atau lembaga terkait akan terus ditingkatkan demi memastikan sinergi serta efisiensi dalam penanganan potensi bencana sekaligus menjaga kelancaran lalu lintas.
"Serta juga melaksanakan koordinasi dan sinergi lintas sektoral dengan pihak-pihak yang terkait, antara lain Kementerian Perhubungan, BMKG, Badan Usaha Jalan Tol, dan juga Kementerian atau Lembaga lain." Jelasnya.
Baca Juga: Guru dan Siswa Segera Cadangkan Data Penting! Akun belajar.id Akan Dihapus
Pemerintah berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Dengan langkah-langkah antisipatif serta koordinasi yang solid diharapkan infrastruktur bisa berfungsi dengan optimal, mobilitas masyarakat tetap lancar dan juga risiko bencana dapat diminimalisir selama musim hujan dan libur Nataru 2024-2025.