AYOJAKARTA.COM – Pernyataan Presiden Prabowo saat penutupan Kongres PSI tentang Indonesia Gelap sebagai sebuah rekayasa menuai polemik.
Menurut Presiden Prabowo, narasi Indonesia Gelap dan Kabur Aja Dulu yang sempat menjadi isu trending lahir dari minimnya dukungan terhadap pemerintah.
Sehingga menurut Presiden Prabowo, berbagai narasi tentang Indonesia Gelap yang didanai oleh para koruptor tidak perlu disikapi secara berlebihan.
Indonesia di masa depan selama mampu melakukan pengelolaan, dalam perspektif Presiden Prabowo akan sangat cerah dan penuh dengan keberlimpahan.
Sehubungan dengan pernyataan Presiden yang menyebut gerakan Indonesia Gelap didanai oleh koruptor, Hendarsam Marantoko selaku Politisi Gerindra memberikan penjelasan.
Menurut Hendarsam, Marcella Santoso yang saat ini tengah dalam proses hukum merupakan salah satu terduga pemberi dana.
Melalui dana tersebut, Hendarsam mengimani seluruh gerakan-gerakan sosial yang memiliki kecenderungan menjelekkan pemerintah mulai dihembuskan.
Selain disebarluaskan oleh berbagai platform media, Indonesia Gelap juga menggandeng sejumlah tokoh yang menurut Hendarsam berada pada kelompok Oposisi tidak resmi.
“Dia yang mendanai gerakan ini melalui konten Buzzer, menyerang Pak Prabowo dan Kejaksaan Agung, ini fakta yang tidak mungkin terbantahkan,” jelas Hendarsam.
Untuk itu Hendarsam berharap agar setiap bentuk kritik terhadap pemerintah yang tidak didasarkan pada fakta tidak dengan mudah dijadikan sebagai acuan.
Terkait dengan pandangan tersebut, Bivitri Susanti yang merupakan Pakar Hukum Tata Negara melihat hal berbeda.
Baca Juga: Bangga banget! DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah UCAP CAI Regional Convening 2025
Gaya kepemimpinan Presiden Prabowo yang berlatar belakang Militer, menurut Bivitri merupakan akar persoalan dari munculnya perspektif tersebut.
Dalam dunia militer yang segalanya terukur dengan rantai komando, menurut Bivitri tidak dapat diimplementasikan kedalam demokrasi.
Pada negara yang menganut sistem demokrasi, setiap warga negara memiliki kedaulatan berpikir dan diatur dalam undang-undang.
Sehingga pernyataannya yang menyebut bahwa Indonesia Gelap merupakan gerakan yang dananya bersumber dari koruptor merupakan sebuah fallacy logika atau cacat nalar.
“Nalar berpikir masyarakat yang bebas, mungkin itu tidak masuk dalam pikiran Pak Prabowo karena Beliau tentara dan harus dikomando,” ungkapnya.
Pernyataan Presiden Prabowo soal gerakan Indonesia Gelap yang kini menuai polemik, menurut Bivitri lebih sebagai bentuk Scapegoating atau Pengkambinghitaman.
Dengan otoritas yang dimiliki, Presiden Prabowo melalui pernyataannya menurut Bivitri sedang melakukan pengkambinghitaman.
Dengan gestur dan ekspresi wajah serta tubuh yang terlihat saat memberikan pernyataan, Bivitri menilai hal tersebut lebih sebagai bentuk argumentas tanpa arti.
“Beliau mimicking dengan ekspresi buruk tapi sebenarnya tidak ada argumennya, karena hanya Scapegoating,” pungkasnya dikutip Ayojakarta dari KompasTV. ***