AYOJAKARTA.COM - Kasus polisi tembak polisi yang dilakukan AKP Dadang terhadap AKP Ulil di Solok Selatan, bukan hanya membawa preseden buruk bagi institusi Polri.
Perilaku AKP Dadang terhadap AKP Ulil yang diduga kuat karena upaya membekingi bisnis tambang ilegal, bisa menjadi cermin dari wajah penegak hukum di Indonesia.
Karena itu, upaya melakukan pemeriksaan terhadap AKP Dadang karena menembak AKP Ulil, harus dikaji secara lebih mendalam.
Terlebih karena dalam sejumlah tayangan berita juga disebut AKP Dadang sempat melakukan penembakan ke rumah dinas Kapolres.
Latar belakang penembakan AKP Dadang ke rumah dinas Kapolres, bisa menjadi penentu akhir dari muara investigasi serta pemulihan citra institusi Polri.
Tanggapan terkait kasus polisi tembak polisi yang terjadi di Solok Selatan, merupakan pandangan Psikolog Forensik Reza Indragiri.
Berkecimpung selama sekitar 20 tahun dalam membantu Polri, Reza Indragiri menilai kasus AKP Dadang dapat mengungkap berbagai persoalan di kepolisian.
Dalam kasus atau peristiwa yang membuat institusi Polri menjadi sorotan, Reza melihat AKP Dadang memiliki peran cukup penting.
Tindakan penembakan AKP Dadang ke Kasat Reskrim Ulil serta rumah dinas Kapolres, menurut Reza bisa menjadi penentu masih ada atau tidaknya marwah kepolisian.
Menggunakan adagium AKP Dadang sebagai oknum atau Buah Apel yang Busuk, kasus penembakan bisa mengungkap potensi persoalan lebih serius.
“Ketika saya dengar kabar dia juga mengincar Kapolres, ini jangan-jangan bukan teori Apel Busuk yang perlu diletakan di atas meja tapi teori Gentong Rusak,” ungkap Reza Indragiri, dikutip dari kanal YouTube Nusantara TV, Kamis (28/11/2024).
Reza menilai kasus AKP Dadang bukan sekedar kasus antara sesama anggota polisi, tetapi bisa jadi menyimpan permasalahan yang lebih kompleks.
Kemungkinan kasus penembakan yang dilatar belakangi bisnis ilegal, menurut Reza merupakan fenomena misteri dan perlu dilakukan kajian mendalam.
Peluang adanya kejahatan sistemik di dalam institusi kepolisian sebagaimana sempat dikabarkan melalui Konsorsium 303, menurut Reza perlu langkah investigasi.
“Mari kita buka ruang diskusi, adakah kemungkinan ini merupakan potret kejahatan sistemik yang berurat akar di lembaga kepolisian, harus dilakukan investigasi,” imbuhnya.
Selain perlu melakukan pendalaman, Reza juga menyampaikan kekhawatiran bahwa kasus polisi tembak polisi di Solok bukan sekedar peristiwa penembakan biasa.
Adanya oknum-oknum polisi yang terlibat dalam sejumlah bisnis gelap, menurut Reza perlu menjadi perhatian dari seluruh kalangan.
Penindakan hukum terhadap AKP Dadang sebagai apel busuk, menurut Reza kurang memiliki dampak luas bagi perbaikan institusi kepolisian.
“Jadi mari kita secara gamblang mendiskusikan apakah ini apek busuk ataukah ini gentong rusak,” pungkas Reza. ***