News

BPS Ada Sebelum Sumpah Pemuda dan Kemerdekaan Indonesia, Inilah Sejarah Hari Statistik Nasional yang Jarang Dikulik

Oleh: Karseno AJ Sabtu 26 Okt 2024, 15:28 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS)

AYOJAKARTA.COM - Setiap tanggal 26 September, bangsa Indonesia khususnya Badan Pusat Statistik (BPS) memperingati hari tersebut sebagai Hari Statistik Nasional.

Melalui peringatan Hari Statistik Nasional, Badan Pusat Statistik (BPS) menjadikan tanggal 26 September sebagai momentum kesadaran untuk berkontribusi lebih besar bagi bangsa.

Dengan senantiasa menyediakan kebutuhan data statistik, BPS berusaha secara optimal memenuhi cita-cita kelahirannya sebagai institusi negara.

Sebagaimana dengan setiap lembaga negara yang ada di Indonesia, proses kelahiran BPS telah melewati berbagai perubahan situasi.

Baca Juga: Alhamdulillah, Ramai Lagi Saldo Bansos Masuk Kartu KKS Rp400 Ribu di Bank Ini dan Daerah Ini!

Bermula pada tahun 1920 saat pemerintahan Hindia Belanda membentuk Directeur Van Landbouw Nijverheid en Handel di Bogor, lembaga yang kini dikenal sebagai BPS lahir.

Memiliki fokus utama untuk mencatat aspek-aspek yang mencakup Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan, Hindia Belanda menjadikannya sebagai database ekonomi.

Empat tahun berselang atau pada tahun 1924, kegiatan statistik yang semula ditempatkan di Bogor mulai dipindah di Batavia.

Selain pindah lokasi, lembaga Directeur Van Landbouw Nijverheid en Handel juga berganti nama menjadi Centraal Kantoor Voor De Statistiek atau CKS.

Baca Juga: Jelang Akhir Tahun, Ini Dia Daftar 5 HP yang Akan Dirilis, Apa Saja?

Enam tahun setelah didirikan atau tepatnya pada tahun 1930, CKS untuk pertama kali melakukan sensus penduduk di seluruh wilayah Indonesia.

Saat Jepang menjadikan Indonesia sebagai salah satu wilayah jajahan, di rentang tahun 1942 hingga 1945 nama CKS kembali diubah.

Berada langsung dibawah naungan Gubernur Militer, Jepang mengganti nama Centraal Kantoor Voor De Statistiek menjadi Shomubu Chosasitsu Gunseikanbu.

Pasca peristiwa Hiroshima dan Nagasaki, di tahun 1945 pemerintahan Indonesia yang baru lahir mengambil alih dan menggantinya menjadi Kantor Penyelidikan Perangkaan Umum.

Untuk menjalankan tugasnya, Presiden Soekarno menunjuk Mr. Abdul Karim Pringgodigdo sebagai penanggung jawab utama di Kappuri.

Sempat kembali jatuh ke tangan Belanda dan diubah kembali menjadi CKS di tahun 1946 saat Agresi Militer Kedua, Kapuri diubah menjadi Kantor Pusat Statistik pada tahun 1950.

Setelah berada di bawah naungan Menteri Perekonomian di tahun 1950, KPS terus mengalami berbagai perombakan mengikuti situasi Indonesia.

Di tahun 1957, KPS beralih nama menjadi Biro Pusat Statistik dan berada langsung dibawah naungan Perdana Menteri.

Baca Juga: Meningkat Pesat! Data Terbaru BPS Catat Jumlah Wisatawan Nusantara di Jakarta Mencapai Puncak pada Mei

Tiga tahun berselang, negara memberi ruang khusus bagi Biro Pusat Statistik agar bisa semakin tumbuh melalui sejumlah regulasi.

Pada 26 September 1960, Undang-undang tentang statistik mulai disahkan dan menjadi momentum bagi lahirnya hari statistik di Indonesia.

Sejalan dengan perkembangan zaman, di tahun 1997 kata Biro kemudian diganti hingga dikenal menjadi Badan Pusat Statistik dan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. ***

Reporter Karseno AJ
Editor Desi Kris