AYOJAKARTA.COM - Jagat media sosial sedang ramai dihebohkan dengan kasus kematian dari salah satu ASN fungsional muda di wilayah Kementerian Luar Negeri atau Kemenlu yang ditemukan tewas di kamar kosnya yang berlokasi di Gondangdia, Menteng, Jakarta Pusat pada Selasa 8 Juli 2025.
Kematian diplomat dengan inisial ADP (39) ini pun ramai diperbincangkan dimasyarakat, terlebih dikaitkan dengan kasus yang saat ini menjadi sorotan yakni viralnya surat dari istri Menteri UMKM Arif Rahman Hakim yang minta 'ditemani' ketika kunjungan ke eropa.
Seperti dalam salah satu postingan akun @arsipaja yang dikutip ayojakarta.com, yang membagikan info dari kasus ini.
"Ini pasti gara gara nge spill istri yang mau liburan diluar negeri ga si?" tulis akun @RobertIslah
Namun salah satu warganet menjawab bahwa kematian ini tak ada hubungannya dengan kasus yang sedang menjadi sorotan.
"Bukan, dia saksi kasus mafia human trafficking di Kamboja Emang yang namanya jadi whistleblower itu pekerjaan berbahaya, nyawa taruhannya Liat ae Munir & Ita Marthadinata," tulis akun @KenapaGwWNI.
Lantas benarkah demikian?
Faktanya ADP yang merupakan diplomat muda asal Sleman Yogyakarta ini merupakan staf kemenlu yang bertugas dalam menangani perlindungan Warga Negara Indonesia di Luar negeri (WNI).
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber ADP disebut sedang mengemban tugas dan terlibat dalam penanganan kasus j*di online yang melibatkan WNI di Kamboja.
Walaupun begitu belum ada informasi jelas terkait kasus ini karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Kronologi
ADP ditemukan sudah tidak bernyawa pada pukul 08.30 WIB pada Selasa 8 Juli 2025 setelah sang istri meminta bantuan penjaga kos untuk melihat keadaan suaminya yang tidak bisa dihubungi.
Kondisi ADP pun dalam keadaan yang tidak biasa, yakni kepala terlilit lakban kuning dan badan tertutup selimut.
Menurut pihak kepolisian tidak ada barang berharga yang hilang bahkan, pintu kos ADP terkunci dari dalam.
Jasad ADP sendiri kini sedang dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM untuk dilakukan autopsi.
Walaupun ditemukan dalam keadaan yang tidak biasa, pihak kepolisian menyebutkan bahwa tidak ada tindakan kekerasan yang dialami oleh ADP.
"tanda-tanda kekerasan belumditemukan," ungkap pihak kepolisian.***