News

Erina Gudono Sering Disamakan dengan Marie Antoinette, Siapa Dia?

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Sabtu 19 Okt 2024, 11:44 WIB
Erina Gudono

AYOJAKARTA.COM - Erina Gudono, istri Kaesang Pangarep belakangan sering menjadi sorotan publik.

Di media sosial X, sosoknya sering disamakan dengan Marie Antoinette, seorang ratu Prancis yang juga dikenal karena kemewahan dan gaya hidup glamornya.

Bahkan nama Marie Antoinette sempat beberapa kali menjadi trending topic.

Lalu, siapa sebenarnya Marie Antoinette?

Baca Juga: Perbedaan Rata- rata Per Kapita Makanan Sebulan Warga DKI Jakarta dengan Santapan Sushi Mewah Erina Gudono

Marie Antoinette, lahir dengan nama Maria Antonia Josepha Johanna pada 2 November 1755 di Wina, Austria adalah sosok yang terkenal sebagai ratu terakhir Prancis sebelum meletusnya Revolusi Prancis.

Sebagai putri ke-15 dari Kaisar Romawi Suci Francis I dan Permaisuri Maria Theresa, ia berasal dari dinasti Habsburg yang sangat berkuasa di Eropa pada masanya.

Kehidupan Marie Antoinette sejak lahir sudah diwarnai kemewahan dan status politik tinggi yang kelak membawanya ke dalam pusaran sejarah besar Eropa.

Di usia sangat muda yaitu 15 tahun, Marie Antoinette menikah dengan Louis-Auguste, calon Raja Louis XVI dari Prancis.

Baca Juga: Viral Erina Gudono Makan Sushi Mewah di RS Tuai Emosi Warganet, Akun PSI Ikut Diserbu dengan Komentar Pedas

Pernikahan tersebut adalah bagian dari aliansi politik antara Austria dan Prancis.

Pernikahan ini menandai awal kehidupannya di Istana Versailles yang gemerlap.

Sejak menjadi permaisuri, Marie Antoinette dengan cepat menjadi pusat perhatian, terutama karena pesona dan gaya hidupnya yang sangat mewah di kalangan elite Prancis.

Marie Antoinette segera menjadi simbol kemewahan dan kelebihan Monarki Prancis.

Baca Juga: Erina Gudono Melahirkan di RSIA Bunda Menteng, Kaesang Pangarep Ungkap Arti Nama Anak Pertamanya

Gaya hidupnya yang boros dan kecintaannya pada mode sering menuai kritik dari rakyat yang saat itu menderita kelaparan dan kemiskinan.

Hal ini membuatnya menjadi target dari kemarahan rakyat yang merasa diabaikan keluarga kerajaan.

Perubahan besar dalam hidupnya terjadi pada 1789 ketika Revolusi Prancis meletus.

Revolusi ini dipicu krisis ekonomi yang berkepanjangan dan ketidakpuasan rakyat terhadap monarki.

Baca Juga: Selamat! Erina Gudono Melahirkan, Ini Nama Anak Beserta Artinya yang Jawa Banget

Keluarga kerajaan termasuk Marie Antoinette, terpaksa hidup di bawah pengawasan ketat pemerintah revolusioner.

Kehidupan yang sebelumnya penuh kemewahan berubah drastis, di mana kebebasan mereka semakin dibatasi seiring semakin radikalnya revolusi.

Tahun 1792 menandai titik balik ketika Monarki Prancis secara resmi dihapus kaum revolusioner.

Raja Louis XVI ditangkap, diadili dan akhirnya dieksekusi dengan guillotine pada 21 Januari 1793.

Baca Juga: Erina Gudono Disorot Media Kampus Universitas Pennsylvania, Ada Desakan Beasiswanya Dicabut

Kehilangan suaminya membuat nasib Marie Antoinette semakin tak menentu.

Ia pun dipenjara dan menghadapi tuntutan yang sama yaitu pengkhianatan terhadap negara.

Kondisi fisiknya melemah, tetapi ia tetap bertahan dengan keberanian di tengah situasi yang penuh tekanan.

Nasib Marie Antoinette akhirnya ditentukan Pengadilan Revolusi yang menjatuhkan vonis mati atas tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

Baca Juga: Ngaku Nebeng Teman, Roy Suryo Beberkan Jumlah Penumpang Jet Pribadi yang Dipakai Kaesang Pangarep dan Erina Gudono

Pada 16 Oktober 1793, Marie Antoinette dieksekusi dengan guillotine di Place de la Révolution di Paris.

Eksekusi ini tak hanya mengakhiri hidup sang ratu, tetapi juga menandai runtuhnya Dinasti Bourbon yang telah memerintah Prancis selama berabad-abad.

Kematian Marie Antoinette menjadi simbol perubahan radikal yang dibawa Revolusi Prancis.

Marie Antoinette meninggalkan warisan yang kompleks.

Baca Juga: Erina Gudono Makin Terhimpit, Gaya Hedon Menantu Presiden Jokowi Disebut Tak Layak Diberi Beasiswa di AS

Di satu sisi, ia dikenang sebagai ratu yang mewah dan dianggap berkontribusi pada keruntuhan Monarki Prancis.

Namun di sisi lain, banyak yang melihatnya sebagai korban dari pergolakan politik yang terjadi pada masa itu.

Ia adalah sosok yang terjebak dalam perubahan besar yang sedang melanda Prancis dan Eropa, di mana kekuasaan monarki digantikan gagasan baru tentang republik dan demokrasi.

Kisah hidup dan kematian Marie Antoinette telah diabadikan dalam banyak buku, film dan karya seni.

Baca Juga: Kaesang Pangarep Sebut Dirinya dengan Erina Gudono Nebeng Jet Pribadi Teman, Babe Haikal: Mau Nebeng atau Minjam Periksa Terus, Lanjutin Terus!

Sosoknya terus menarik perhatian publik sebagai salah satu figur penting dalam sejarah Eropa.

Di berbagai representasi budaya populer, ia digambarkan dalam berbagai cara dari sosok ratu yang naif dan boros hingga korban tragis dari revolusi yang tak terhindarkan.

Terlepas dari kontroversi seputar kehidupannya, Marie Antoinette tetap menjadi figur sejarah yang memesona hingga saat ini.

Baca Juga: Erina Gudono Dibikin Ketar-Ketir, Publik Bersatu Kirim Surat Massal ke Universitas Pennsylvanian untuk Cabut Beasiswa Menantu Presiden Jokowi

Cerita Marie Antoinette menawarkan pelajaran tentang kekuasaan, kemewahan dan bagaimana perubahan politik yang drastis dapat memengaruhi nasib individu.

Ratu terakhir Prancis ini tak hanya hidup dalam masa keemasan kerajaan, tetapi juga menjadi saksi dan korban dari perubahan sosial yang sangat besar.

Hingga hari ini, kisahnya terus menginspirasi dan menjadi refleksi tentang kejatuhan sebuah era.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Fathul Amanah