News

Hari ke-10, Kronologi Naas 7 Pekerja PT Freeport Indonesia Terjebak Longsor Wet Muck, Evakuasi Masih Dilakukan

Oleh: Jinan Vania Barizky Rabu 17 Sep 2025, 21:06 WIB
CCTV kasus 7 karyawan PT Freeport yang menjadi korban material basah Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah (Sumber: x @aidagreenbury | Foto: x @aidagreenbury)

AYOJAKARTA.COM - Ramai di media sosial CCTV dari kasus 7 korban yang diketahui terdampak luncuran material basah di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave (GBC), Mimika, Papua Tengah.

Video CCTV tersebut dibagikan oleh akun @aidagreenbury pada Senin, 15 September 2025 dan sudah ditonton lebih dari 4 juta pengguna X.

Dalam video CCTV durasi 28 detik tersebut, sempat memperlihatkan detik-detik dari salah satu Pekerja yang masuk, sebelum akhirnya longsor material basah menghantam Tambang Bawah Tanah GBC.

Baca Juga: Hadir 5 Hari! Acara JITEX 2025 Jadi Ajang Pelaku UMKM, Rano Karno: Jadi Wadah Tingkat Lokal dan International

Lantas seperti apa kronologi dari kejadian ini?

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, kejadian naas ini diketahui terjadi pada Senin, 8 September 2025 pada pukul 22.00 WIT atau sudah selama 10 hari lamanya.

Saat itu terjadi insiden longsor material basah atau (wet muck) di Tambang Bawah Tanah Grasberg Block Cave milk PT Freeport Indonesia.

Longsor wet muck tersebut diketahui terjadi di Salah satu titik pengambilan produksi.

Sempat terjadi Komunikasi melalui radio HT, namun akhirnya terputus.

Baca Juga: Profil Van Basty Sousa, Pemain Persija Jakarta yang Masuk Best XI of The Week di Super League 2025/2026

Dari 7 korban, 5 di antaranya Warga Negara Indonesia (WNI) , 2 diantaranya Warga Negara Asing (WNA).

Daftar 7 Nama Korban Longsor Wet Muck PT Freeport Indonesia:

1. Irwan (WNI)

2. Wigih hartono (WNI)

3. Holong Gembira Silaban (WNI)

4. Dadang Hermanto (WNI)

6. Zeverus Magai (WNI)

7. Victor Manuel Bastida Ballesteros (WNA Chile)

8. Balisang Telile (WNA Afrika Selatan)

Hingga saat ini evakuasi masih dilakukan kepada 7 Pekerja PT Freeport, namun akibat cuaca evakuasi pun terhambat.

"Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk membuka akses menuju lokasi keberadaan karyawan dengan alat berat, bor Dan drone," ujar Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas dalam keterangan resminya.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky