News

Usai Viral, Kini KPK Soroti LHKPN Wali Kota Prabumulih Arlan, Ada yang Janggal?

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 18 Sep 2025, 21:08 WIB
Wali kota Prabumulih Arlan kini disoroti oleh KPK menyoal LHKPN (Sumber: Instagram @cak.arlan_official | Foto: Instagram @cak.arlan_official)

AYOJAKARTA.COM - Wali Kota Prabumulih Arlan, viral usual diduga lakukan power abusive atau penyalahgunaan wewenang dengan mencopot Kepala Sekolah SMPN 1 Prabumulih Roni Ardiansyah serta satpam Ageng Winoto yang saat itu bertugas.

Usai viral dimasyarakat, Arlan pun terlihat melakukan klarifikasi serta mengembalikan posisi Roni Ardiansyah sebagai kepala sekolah serta satpam Ageng Winoto.

Penyalahgunaan wewenang ini bermula dari Roni yang menegur anak wali kota tersebut yang masih SMP membawa mobil ke sekolah.

Baca Juga: Pemprov DKI Jakarta Melalui Dinsos DKI Jakarta Buka Pendataan Penyandang Disabilitas, Cek Mekanisme dan Kelengkapan Dokumennya

Mengetahui kejadian ini viral, Arlan pun akhirnya meminta maaf dan sempat menyebutkan pencopotan kepala sekolah Roni merupakan pemberitaan hoaks dan menyebutkan baru sekedar menegur.

Warganet yang menyoroti kasus ini pun banyak yang mengkritik sikap Arlan.

Bahkan mengulik harta kekayaan dari Wali Kota Prabumulih yang dinilai ganjal.

Dalam catatan laporan harta kekayaan penyelenggara Negara (LHKPN) tidak ada pencatatan mobil, namun sang anak yang masih SMP diketahui membawa transportasi tersebut.

KPK pun diketahui ikut menyoroti LHKPN dari Arlan untuk melihat kesesuaian dari pelaporan.

Baca Juga: Pendidikan Profesi Guru Tahap 3 Dimulai dengan Sasaran 155.652 Orang, Simak di Sini Jadwal Pelaksanaan dan Ketentuan Lapor Diri!

"Apakah yang disampaikan sudah sesuai, sudah lengkap atau belum nanti dicek pelaporan LHKPN bersangkutan," ujar Budi Prasetyo selaku Juru bicara KPK

Sebagai informasi Arlan diketahui memiliki kekayaan senilai Rp17 miliar.

Setidaknya memiliki 18 asset tanah dan bangunan mencapai RP 5,87 miliar, alat transportasi Rp4,92 miliar serta harta bergerak mencapai Rp202 juta , kas dan setara kas Rp8 miliar serta hutang mencapai Rp2 miliar.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky