AYOJAKARTA.COM – Belakangan publik dikejutkan dengan sosok Stella Christie, seorang profesor sekaligus Guru Besar Tsinghua University, China, yang belum lama ini dipanggil oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Stella Christie disebut-sebut akan menjadi sosok dibalik program makanan bergizi gratis yang digagas oleh Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming Raka.
Terkait dengan program makanan bergizi gratis, Stella Christie menyampaikan bahwa dirinya sudah melakukan berbagai riset.
Baca Juga: 5 Rekomendasi HP Android Kamera OIS 108MP hingga 200MP Oktober 2024, Mana Pilihanmu?
Stella mengatakan program makan gratis sudah diterapkan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat.
Dari berbagai riset yang ia telusuri, Stella menyebut makan gratis membawa dampak yang baik bagi peningkatan prestasi belajar anak.
“Ada bukti bahwa penyediaan makan gratis di sekolah itu meningkatkan prestasi belajar anak. Nah ini juga usianya yang sudah saya kumpulkan di Amerika Serikat itu dari SD, ada juga bahkan sampai SMP,” kata Stella dikutip dari akun Instagram @kepoin_trending, Kamis (17/10/2024).
Stella juga mengungkapkan terdapat program serupa di Amerika Serikat, yaitu School Breakfast Program.
Berdasarkan penelitian, program tersebut juga mampu meningkatkan prestasi belajar anak khususnya di bidang matematika.
“Ada lagi yang namanya School Breakfast Program, ini juga di USA. Ini menaikkan hasil matematika TK dan SD sebanyak 23 persen,” ungkapnya.
Baca Juga: Serbu Diskon 74% di Bazar BerKRIYAsi Sarinah, Juicy Luicy Siap Menghibur!
Stella menilai, jika diberikan makanan, anak-anak akan memiliki keinginan besar untuk pergi ke sekolah dan meningkatkan absensi.
Selain itu, ia menyebut makanan juga berperan penting dalam proses belajar anak.
Ketika belajar, anak membutuhkan konsentrasi, sementara jika dalam kondisi lapar pikiran mereka akan terganggu.
Stella menerangkan, 20 persen kalori dari makanan yang dikonsumsi digunakan untuk kinerja otak.
Sehingga, apabila anak kekurangan konsumsi makanan maka kinerja otaknya akan melemah.
“Kalau kita belajar kan perlu konsentrasi. Kalau misal perutnya lapar itu pasti pikirannya kemana-mana. Dari kalori yang kita konsumsi, itu 20 persen dipakai untuk kinerja otak. Berarti kalau misalnya kita kekurangan konsumsi, berarti kinerja otaknya akan juga melemah dan berkurang,” terangnya.
Untuk diketahui, Stella merupakan akademisi dan Guru Besar di Tsinghua University, China.
Ia merupakan peraih gelar Magna Cum Laude with Highest Honor, 2004 dari Harvard University.
Kemudian, melanjutkan pendidikan pascasarjana dan doktoral di Northwestern University pada tahun 2010.***