News

Menkes Kini Rutin Laporkan Data Dugaan Keracunan MBG ke BGN, Tapi Tidak Bisa Dibagikan ke Publik?

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 09 Okt 2025, 15:34 WIB
Ilustrasi. Kasus dugaan keracunan program MBG (Sumber: sync-disdik.jabarprov.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Info seputar program Makan bergizi gratis (MBG) yang kini disebut selalu ada laporan masuk ke Badan Gizi Nasional (BGN).

Hal ini disampaikan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang mengaku sudah melaporkan data keracunan secara rutin.

Namun sayangnya data kasus keracunan tersebut belum bisa dilihat publik.

Baca Juga: Resmi! Ini Daftar Harga iPhone 17, iPhone 17 Air, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max di Indonesia, Pre Order Dimulai 10 Oktober 2025

Mengapa data publik ini tidak bisa dibuka publik?

Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber, Menkes menyebutkan bahwa data tersebut merupakan kewenangan dari BGN karena hal tersebut, belum bisa dibuka ke publik.

"BGN yang buka," ujar Budi pada Rabu, 8 Oktober 2025.

Sebagai informasi adanya pelaporan ini diminta oleh Budi Gunadi agar kasus dari keracunan MBG bisa diupdate layaknya kasus Covid-19.

Sebagai informasi kasus dugaan keracunan MBG kini kembali menjadi sorotan warganet.

Setelah terjadi keracunan massal bahkan disebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) di daerah Bandung Barat yang menyita korban mencapaio 1000 siswa lebih.

Baca Juga: Santri Gontor di Balik Logo Sekolah Garuda, Simbol Baru Pendidikan Indonesia

Hingga saat ini kasus keracunan diduga akibat MBG selama periode program dilakukan telah mencapai angka mengkhawatirkan yakni 10.482 anak.

Data ini dibagikan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) yang mendesak pemerintah menghentikan MBG.

Namun, pemerintah diketahui memilih untuk melanjutkan program MBG dengan beberapa ketentuan baru, salah satunya Satuan pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harus memiliki Sertifikat Laik Higienis dan Sanitasi (SLHS).

***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky