AYOJAKARTA.COM - Selama dua hari, Presiden terpilih Prabowo Subianto memanggil lebih dari 100 calon anggota kabinet pemerintahan selanjutnya.
Bertempat di rumah Prabowo Subianto, Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, 108 tokoh menghadap Presiden terpilih pada hari Senin dan Selasa, 14-15 Oktober 2024.
Mereka yang dipanggil memiliki latar belakang yang sangat beragam.
Mulai dari petinggi partai politik, profesional, purnawirawan TNI-Polri, artis, atlet, tokoh agama, dan relawan.
Baca Juga: Alasan Bansos PKH dan BPNT Periode September-Oktober 2024 Belum Cair Meskipun Sudah SI
Bahkan beberapa di antaranya terlihat Prabowo Subianto memanggil sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Maju pada pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin.
Mulai dari Sri Mulyani, Airlangga Hartarto, Budi Gunadi Sadikin, Erick Thohir, dan Rosan Roeslani.
Setelah menghadap, Erick Thohir pun mengungkapkan kisi-kisi atau rencana Presiden terpilih Prabowo Subianto pada pemerintahan yang akan dipimpinnya mulai 20 Oktober 2024 setelah resmi dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.
"Saya tadi dipanggil oleh Pak Prabowo, beliau memberikan arahan, gimana rencana ke depan karena tentu situasi dunia sedang kompleks." ujar Erick Thohir, dikutip AyoJakarta.com dari unggahan YouTube Kompas TV, hari Rabu, 16 Oktober 2024.
Baca Juga: Sudah Lihat Titik Lokasi Ujian SKD CPNS 2024? Lakukan Langkah Penting Ini agar Lulus Tes
"Tentu amanah ini tadi saya sampaikan akan saya jaga sebaik-baiknya dan saya akan pastikan amanah ini kita sukseskan," jelasnya.
Publik juga dikagetkan dengan kehadiran mantan istri Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, Veronika Tan.
Pihaknya juga belum mengetahui secara pasti posisi atau jabatan apakah yang nantinya akan diemban ketika masuk dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Namun ternyata ada tiga tokoh yang menolak tawaran Prabowo Subianto untuk menjadi menteri.
Tokoh tersebut, di antaranya Luhut Binsar Pandjaitan, Hashim Djojohadikusumo, dan Khofifah Indar Parawansa.
Luhut mengaku, meski menolak tawaran menjadi menteri, namun dirinya berkenan jika diminta untuk menjadi penasehat presiden.
Menurutnya langkah Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang akan melanjutkan program Presiden Joko Widodo, baginya itu sudah cukup.
Sementara itu, Hashim Djojohadikusumo juga menolak tawaran menjadi menteri di kabinet Pemerintahan Prabowo-Gibran karena beralasan ingin berada di luar pemerintahan.
Nantinya jabatan menteri akan diisi oleh orang-orang yang memiliki keahlian yang relevan.
Selanjutnya, Khofifah juga menolak tawaran menjadi menteri karena ingin fokus do Pemilihan Gubernur Jawa Timur periode 2024-2029.
Lalu siapa saja kandidat Menteri dan Wakil Menteri yang dipanggil menghadap Presiden terpilih Prabowo Subianto?
Berikut rinciannya.
Baca Juga: Pahami! Trik Mudah Mengingat Tugas, Wewenang dan Kewajiban Pengawas TPS dalam Pilkada 2024
1. Anis Matta (Gelora)
2. Dzulfikar Ahmad Tawalla (Muhammadiyah)
3. Bima Arya (PAN)
4. Christina Aryani (Golkar)
5. Viva Yoga Mauladi (PAN)
6. Isyana Bagoes Oka (PSI)
7. Zulkifli Hasan (PAN, Menteri Perdagangan)
8. Bahlil Lahadalia(Golkar, Menteri ESDM)
9. Yusril Ihza Mahendra (PBB)
10. Abdul Mu'ti (Sekum Muhammadiyah)
11. Iftitah Sulaiman (Demokrat)
12. Muhaimin Iskandar (PKB)
13. Tito Karnavian (Mendagri)
14. Prasetio Hadi (Gerindra)
15. Sugiono (Gerindra)
16. Widiyanti Putri Wardhana (Profesional)
17. Natalius Pigai (eks Komisioner Komnas HAM)
18. Yandri Susanto (PAN)
19. Fadli Zon (Gerindra)
20. Nusron Wahid (Golkar)
21. Gus Ipul/ Saefullah Yusuf (PKB Sekjen PBNU)
22. Maruarar Sirait (Gerindra)
23. Abdul Kadir Karding (PKB)
24. Wihaji (Golkar)
25. Teuku Riefky Harsya (Demokrat)
26. Arifatul Khoiri (Profesional)
27. Prof Yassierli (Profesional, utusan PKS)
28. Satrio Brodjonegoro (Profesional)
29. Rudy Purwagandhi (Dewan komisaris PLN)
30. Rachmat Pambudy (Gerindra)
31. Nasaruddin Umar (Imam Besar Istiqlal)
32. Amran Sulaiman (Menteri Pertanian)
33. Erick Thohir (Menteri BUMN)
34. Dito Ariotedjo (Golkar, Menpora)
35. Budi Gunadi Sadikin (Menkes)
36. Agus Harimurti Yudhoyono (Demokrat, Menteri ATR/Kepala BPN)
37. Agus Andrianto (Wakapolri)
38. Raja Juli Antoni (PSI)
39. Agus Gumiwang (Golkar)
40. Pratikno (Mensesneg)
41. Maman Abdurrahman (Golkar)
42. Ribka Haluk (Pj Gub Papua Tengah)
43. Budi Santoso (Sekjen Kemendag)
44. Sakti Wahyu Trenggono (Menteri KKP)
45. Hanif Faisol Nurofiq (Dirjen KLHK)
46. Sultan Bacthiar (Ketua DPD)
47. Giring Ganesha (PSI)
48. Helvi Yuni Moraza (Komisaris LEN)
49. Fajar Riza Ulhaq (Muhammadiyah)
50. Juri Ardiantoro (KSP)
51. Otto Hasibuan (Advokat)
52. Diaz Hendropriyono (PKPI, Stafsus Presiden Jokowi)
53. Agus Jabo Priyono (Partai Prima)
54. Silmy Karim (Dirjen Imigrasi)
55. Taufik Hidayat (Gerindra)
56. Dahnil Anzar Simanjuntak (Gerindra, Jubir Menhan Prabowo)
Baca Juga: Cara Mudah Bikin HP Android Jadi Ngebut Lagi, Tak Perlu RAM Tambahan Apalagi Service
57. Dody Hanggodo (Profesional)
58. Airlangga Hartarto (Golkar, Menko Perekonomian)
59. Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
60. Supratman Andi Atgas (Gerindra, Menkumham)
61. Veronica Tan
62. Donny Ermawan Taufanto (Plt Sekjen Kemhan)
63. Rosan Roeslani (Menteri Investasi)
64. Herindra (Wamenhan)
65. Meutya Hafid (Golkar)
66. Thomas Djiwandono (Gerindra)
67. Suahasil Nazara (Wamenkeu)
68. Yovie Widianto (Musisi)
69. Irfan Yusuf (Gerindra)
70. Anggito Abimanyu (Akademisi UGM)
71. Hasan Nasbi (Kepala Kantor Komunikasi Publik Presiden Jokowi)
72. Haikal Hassan Baras (Relawan)
73. Fauzan (Eks Rektor UMM)
74. Iwan Bomba (Pengusaha)
75. Afriansyah Noor (PBB).
76. Budiman Sudjatmiko (Profesional)
77. Arrmanatha Nasir (Dubes RI untuk PBB)
78. Dony Oskaria (Injourney)
79. Dudung Abdurachman (EKS KSAD)
80. Raffi Ahmad (Selebriti)
81. Miftah Maulana Habiburrahman (Agamawan)
82. Mardiono (PPP)
83. Ahmad Ridha Sabana (Garuda)
Baca Juga: Bantuan Sosial BPNT September-Oktober 2024 Belum Cair? Ini Penyebabnya!
84. Suntana (Eks Kabaintelkam Polri)
85. Lodewijk F Paulus (Golkar)
86. Atip Latifulhayat (Guru Besar FH Unpad)
87. Purwadi Arianto (Eks Kalemdiklat Polri)
88. Kartika Wirjoatmodjo (Wamen BUMN)
89. Immanuel Ebenezer (Relawan)
90. Angga Raka Prabowo (Gerindra)
91. Fahri Hamzah (Gelora)
92. Todotua Pasaribu (TKN Prabowo-Gibran)
93. Yuliot Tanjung (Wamen Investasi)
94. Romo Muhammad Syafi'i (Gerindra)
95. Diana Kusumastuti (PUPR)
96. Nezar Patria (Wamenkominfo)
97. Ossy Dermawan (Demokrat)
98. Aminuddin Maruf (TKN Prabowo-Gibran)
99. Faisol Riza (PKB)
100. Stella Christie (Akademisi)
101. Budi Arie Setiadi (Menkominfo, Ketum Projo)
102. Didit Herdiawan (Asisten Khusus Menhan)
103. Bambang Eko Suhariyanto (Staf Ahli Menhan)
104. Mugiyanto Sipin (KSP)
105. Sulaiman Umar (TKD Prabowo-Gibran Kalsel)
106. Ahmad Riza Patria (Gerindra)
107. Edward Omar Sharif Hiariej (Eks Wamenkumham)
108. Dyah Roro Esti (Golkar)