AYOJAKARTA.COM – Potensi hadirnya sejumlah wajah lama dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto membawa sejumlah dampak positif dan negatif.
Selain merupakan bagian dari prinsip Keberlanjutan, kabinet Presiden Prabowo Subianto juga membutuhkan orang-orang yang memahami persoalan.
Sehingga untuk mempercepat pencapaian program yang dituangkan dalam kampanye, Presiden Prabowo Subianto membutuhkan figur-figur lama di kabinetnya.
Disamping itu keterlibatan sejumlah wajah lama dalam kabinet juga dapat memastikan sinergitas, mengingat Prabowo Subianto juga sempat menjabat sebagai menteri.
Baca Juga: Sudah Bertahun-Tahun Disembunyikan, Ternyata Ini Alasan Lengkap Baim Wong Menggugat Paula
Sebagaimana tengah menjadi perhatian publik, sebanyak 16 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo kini diduga akan kembali tampil di era kepemimpinan Prabowo.
Pernyataan terkait rencana pembentukan kabinet Presiden Prabowo Subianto tersebut merupakan pandangan Ujang Komarudin selaku Pengamat Politik Universitas Al Azhar.
“Pak Prabowo kan sudah dekat, mereka satu tim dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin, jadi tahu persis mana Menteri yang bagus dan tidak,” ungkap Ujang.
Adanya muatan chemistry antara Prabowo dengan calon menteri di kabinetnya, menurut Ujang merupakan hal positif yang perlu dilihat oleh publik secara arif.
Sehingga dasar-dasar pertimbangan yang dilakukan Prabowo Subianto, menurut Ujang lebih merupakan esensi dari makna Keberlanjutan.
Namun demikian, Ujang juga melihat Kabinet Gemuk dan Besar atau Zakken yang sedang diprakarsai Presiden Prabowo Subianto juga memiliki sisi negatif.
Baca Juga: Review HP ZTE Blade A35: Harga Cuma 900 Ribuan Rupiah dengan Kapasitas Baterai Besar!
Adanya sejumlah Menteri yang dinilai publik memiliki perangai kurang baik, bahkan memiliki rekam jejak buruk dapat berakibat lahirnya wacana liar tentang lembaga eksekutif.
Meski tidak sepenuhnya dapat dibenarkan dan sudah diklarifikasi, Ujang menilai perspektif publik perlu juga disikapi secara bijaksana.
Kabinet Presiden Prabowo Subianto yang akan dilantik beberapa hari kedepan, menurut Ujang cenderung tidak sepenuhnya aman dari wacana cawe-cawe Presiden Joko Widodo.
Meski dalam politik Menitip Nama merupakan suatu hal lumrah dilakukan, Presiden Prabowo Subianto perlu memastikan kualitas setiap orang.
“Di politik itu soal nitip-nitip sesuatu yang bagus aja, asalkan yang dititip orang berkualitas ya oke-oke saja,” imbuh Ujang.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah yang Lulusannya Konon Banyak Jadi Pengangguran, Valid Gak Nih?
Munculnya sejumlah wajah lama dalam kabinet Presiden Prabowo Subianto, menurut Ujang dapat menimbulkan pemahaman serta dua sisi yang saling berseberangan.
Terkait dengan 16 daftar nama menteri yang diduga kuat akan kembali masuk dalam kabinet Presiden Prabowo, Ujang memberi tanggapan.
Dari sebanyak 16 nama menteri dalam kabinet Presiden Jokowi yang akan kembali diikutsertakan, Ujang menilai sepenuhnya berada di tangan Prabowo Subianto selaku Presiden.
“Itu pandangan dari Pak Prabowo, kenapa 16 saja yang dipakai, dan lainnya tidak,” pungkas Ujang. ***