AYOJAKARTA.COM - Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur kembali erupsi, Rabu (19/11) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.
Gunung tertinggi di Pulau Jawa ini sampai menyemburkan awan panas yang tingginya lebih dari 5.000 meter.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, tinggi kolom abu teramati kurang lebih 2.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 5.676 meter di atas permukaan laut.
Baca Juga: Dekat Tol Natar, AgenBRILink KDMP Jadi Pusat Layanan Keuangan Warga Desa
Erupsi di Gunung Semeru ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi sementara ini kurang lebih 16 menit 40 detik.
Hingga pukul 17.00 WIB, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).
Keputusan naik status level ini diambil setelah Badan Geologi Kementerian ESDM mencatat peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan.
Dengan kenaikan status ini masyarakat diimbau benar-benar mematuhi zona bahaya terbaru.
Baca Juga: Densus 88 Bongkar Jaringan Terorisme dengan Perekrutan Anak-anak di Medsos dan Game Online!
Dalam hal ini, radius aman ditetapkan 8 kilometer dari puncak dan sektoral 20 kilometer ke arah Selatan-Tenggara.
Selain itu, dengan status level IV ini menandakan adanya potensi bahaya yang lebih besar.
Termasuk lontaran material pijar, aliran piroklastik, hingga peningkatan intensitas erupsi.
Baca Juga: Apa Itu Cloudflare yang Sempat Crash? Ternyata Masuk Daftar 25 PSE yang Belum Terdaftar di Komdigi!
Badan Geologi juga meminta agar para warga, wisatawan, dan relawan segera menjauhi seluruh area berbahaya sesuai arahan BPBD dan Pemda.
Masyarakat diimbau waspada adanya potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru.
Terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yakni anak sungai dari Besuk Kobokan.***