News

Marak Kasus Penculikan di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan Perketat Aturan Keamanan Anak

Oleh: Jinan Vania Barizky Kamis 20 Nov 2025, 13:35 WIB
Menanggapi kasus penculikan yang marak terjadi di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membuat aturan untuk keamanan anak di DKI Jakarta. (Sumber: Pixabay | Foto: Pixabay)

AYOJAKARTA.COM - Baru-baru ini Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi mengimbau masyarakat karena maraknya kasus penculikan anak di Indonesia.

Setidaknya 91 kasus penculikan anak terjadi di Indonesia dengan korban 180 anak dalam kurun waktu 3 tahun bahkan hingga akhir Oktober 2025.

Salah satu faktor banyaknya kasus penculikan anak ialah akibat ekonomi.

Baca Juga: Potensi Banjir Rob di Pesisir Utara DKI Jakarta, SDA Siapkan 3.908 Pasukan Biru hingga Rumah Pompa dan Pintu Air

Faktor ekonomi untuk mendapatkan tebusan uang dan jaminan atau bahkan dieksploitasi menjadi pengemis di berbagai kota.

Menanggapi kasus penculikan yang marak terjadi di Indonesia, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung akan membuat aturan untuk keamanan anak di DKI Jakarta.

Dalam keterangan resminya, Pramono Anung menyebutkan salah satunya dengan kewajiban pendampingan bagi anak termasuk menjemput ke sekolah.

"Untuk anak-anak supaya tidak terjadi penculikan, maka di Jakarta ini kan kalau untuk anak memang sudah ada aturan mainnya. Tidak bisa anak kemudian yang masih di bawah umur itu tidak ada pendampingnya," ujar Pramono, Kamis, 20 November 2025.

Baca Juga: Rekonduktoring SUTT 150 kV Kosambi–Sukatani Rampung, Suplai Listrik Industri Cikarang–Karawang Makin Stabil

Lebih lanjut pihak Pemprov DKI Jakarta akan memperkuat aturan dan memastikan perlindungan bagi anak-anak di ibu kota.

"Dan itulah yang kami perkuat, sehingga dengan demikian untuk menjaga anak itu menjadi bagian yang kita jaga bersama-sama," tandasnya.

Sebagai informasi beberapa waktu lalu, masyarakat dihebohkan dengan kasus penculikan balita asal Makassar yang akhirnya ditemukan selamat di daerah pendalaman Jambi.

Kasus ini menyita perhatian publik karena korban hilang setelah bermain di play group, bahkan dijual tiga kali sebelum akhirnya ditemukan.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky