News

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi di DKI Jakarta Jelang Perayaan Nataru, Rano Karno Kunjungi Kantor BMKG

Oleh: Jinan Vania Barizky Jumat 19 Des 2025, 13:28 WIB
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kunjungi kantor BMKG pada Kamis (18/12) (Sumber: BMKG | Foto: BMKG)

AYOJAKARTA.COM - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno diketahui sempat melakukan kunjungan ke kantor Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang berlokasi di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS), Jakarta, pada Kamis (18/12/2025).

Kunjungan yang dilakukan Rano Karno ini sebagai bentuk antisipasi untuk mendapatkan informasi seputar potensi cuaca ekstrem di DKI Jakarta jelang Natal tahun 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Jakarta memang identik dengan hujan di akhir tahun. Kalau hujan normal tidak masalah, tetapi kalau hujan ekstrem sampai harus menurunkan perahu karet, tentu ini yang ingin kita antisipasi. Karena itu, kami ingin memastikan kesiapan sejak awal,” ujar Rano.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani secara langsung memaparkan peran BMKG dalam mendukung pengelolaan risiko bencana hidrometeorologi melalui penyediaan informasi cuaca, sistem peringatan dini, serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga: Upaya Atasi Banjir Rob, Pembangunan Tanggul NCICD Segmen Ancol Capai 95,32 Persen, Pramono: Beberapa Tempat akan Jadi Tempat Wisata

Pihak BMKG sendiri siap untuk mendukung pemantauan cuaca dan kebencanaan hal ini terlihat dari 191 stasiun serta lebih dari 10.800 Alat Operasional Utama (Aloptama), yang menghasilkan data masif setiap harinya, termasuk radar cuaca dan seismograf.

Untuk wilayah DKI Jakarta, pemantauan cuaca dinilai telah ter-cover dengan baik melalui radar yang berada di Tangerang, kawasan Dadap, serta Bandara Soekarno-Hatta.

“Radar yang ada saat ini cukup untuk memantau Jakarta dan sekitarnya. Namun ke depan, penguatan tetap diperlukan, terutama di wilayah hulu untuk mengantisipasi potensi banjir kiriman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Faisal juga menegaskan bahwa DKI Jakarta menjadi salah satu prioritas pemantauan BMKG mengingat tingginya aktivitas penduduk dan kerentanan terhadap bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan cuaca ekstrem.

“Untuk Jakarta, pemantauan cuaca kami pastikan berjalan optimal. Informasi kami perbarui secara real time agar dapat mendukung langkah antisipasi dan pengambilan keputusan,” ujar Faisal.

Baca Juga: 70.550 Jiwa Terbantu: BRI Distribusikan Sembako, Air Bersih, dan Obat-obatan

Selain itu, BMKG juga diketahui menjalankan fungsi sebagai Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta yang bertugas memantau siklon tropis di wilayah tanggung jawab Indonesia.

Pemantauan dilakukan secara berkelanjutan untuk mengantisipasi dampak tidak langsung siklon terhadap wilayah Indonesia, termasuk DKI Jakarta.***

Reporter Jinan Vania Barizky
Editor Jinan Vania Barizky