News

Pagi di Posyandu Sarinagen: Ketika Program TJSL Menjaga Masa Depan Anak Desa

Oleh: Eneng Reni Nuraisyah Jamil Kamis 25 Des 2025, 10:01 WIB
Bagi warga Desa Sarinagen, Program Srikandi Movement ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kepedulian dan keberlanjutan. (Sumber: Ist)

AYOJAKARTA.COM -- Pagi belum sepenuhnya terang ketika Ibu Nurlaela, Ketua Posyandu Cempaka di Desa Sarinagen, mulai menata ruangan sederhana di Gedung posyandu. Timbangan balita dikeluarkan, meja pemeriksaan dilap, kartu menuju sehat disusun rapi. Di sudut ruangan, beberapa paket makanan bernutrisi telah siap dibagikan. Baginya, hari ini bukan sekadar kegiatan rutin tapi sebuah harapan.

Hari itu, Posyandu Cempaka di Desa Sarinagen kembali menjadi tempat berkumpulnya para ibu dan anak dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan yang didukung oleh Program PLN Peduli - Srikandi Movement PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (PLN UIP JBT), bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan di tahun 2025.

Program TJSL ini hadir sebagai upaya nyata pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, yang juga merupakan area pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air Upper Cisokan Pumped Storage (PLTA UCPS).

Srikandi Movement bukan program yang datang sekali lalu pergi. Sejak November, PLN UIP JBT telah menjalankan rangkaian kegiatan terpadu mulai dari pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, penyuluhan kesehatan dan gizi, pelatihan kader posyandu, hingga pemberian paket nutrisi. Seluruhnya dirancang untuk memperkuat peran keluarga dan kader dalam menjaga tumbuh kembang anak sejak dini.

Memasuki Desember, langkah tersebut dilanjutkan dengan penyaluran bantuan makanan bernutrisi yang terintegrasi langsung dalam kegiatan di 10 posyandu Desa Sarinagen. Kehadiran bantuan ini menjadi pelengkap penting dalam memastikan asupan gizi anak-anak tetap terjaga, terutama pada masa emas pertumbuhan.

“Biasanya kami berjuang dengan keterbatasan. Tapi sekarang, para ibu lebih semangat datang ke posyandu. Anak-anak juga senang karena dapat makanan tambahan,” tutur Nurlaela sambil tersenyum, melihat satu per satu balita ditimbang dan diperiksa.

General Manager PLN UIP JBT, Widya Anggoro Putro, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.

“Pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan harus berjalan seiring dengan pembangunan kualitas manusia. Melalui Srikandi Movement, kami ingin memastikan masyarakat di sekitar wilayah proyek merasakan manfaat nyata, khususnya dalam upaya menekan angka stunting,” ujar Anggoro.

Bagi warga Desa Sarinagen, Program Srikandi Movement ini bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kepedulian dan keberlanjutan. PLN bersama para kader dan ibu-ibu desa menanam harapan generasi yang lebih sehat, kuat, dan siap menyongsong masa depan.

Reporter Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil