News

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Pertalite di SPBU Pondok Ungu Bekasi Bersih dan Bebas dari Kontaminasi Air

Oleh: Gita Esa Hafitri Selasa 09 Jun 2026, 14:50 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Pastikan Pertalite di SPBU Pondok Ungu Bekasi Bersih dan Bebas dari Kontaminasi Air

AYOJAKARTA.COM -- Dunia maya baru-baru ini geger oleh unggahan video seorang pengendara sepeda motor yang mengeluhkan kondisi kendaraannya. Pengendara tersebut mengeklaim bahwa mesin motornya mendadak mogok setelah mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite.

Ia menduga kuat bahwa bahan bakar yang ia beli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) kawasan Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara, telah tercampur atau terkontaminasi oleh air. Unggahan yang beredar luas pada Minggu, 7 Juni 2026, ini pun langsung memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat pengguna kendaraan bermotor.

Menyikapi aduan yang menjadi pusat perhatian publik tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bergerak taktis. Pihak perusahaan langsung menggelar investigasi mendalam serta melakukan inspeksi menyeluruh terhadap seluruh rantai fasilitas penyimpanan dan sistem penyaluran BBM di SPBU terkait.

Proses pembuktian ilmiah ini berlangsung maraton selama dua hari, tepatnya dari tanggal 8 hingga 9 Juni 2026, guna memastikan keaslian kualitas produk di lapangan.

Langkah awal tim investigasi berfokus pada pengujian laboratorium mini di area tangki pendam SPBU Pondok Ungu. Pertamina menerapkan standar operasional yang ketat untuk mendeteksi kontaminan sekecil apa pun di dalam tangki penyimpanan.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, menegaskan bahwa hasil pemeriksaan fisik selama dua hari berturut-turut tersebut menunjukkan kondisi yang aman.

Petugas lapangan tidak menemukan setetes pun kandungan air ataupun tanda-tanda pencemaran zat asing pada tangki timbun maupun alat penyalur bensin di SPBU tersebut.

Tim Pertamina menguji kualitas dan kuantitas (QQ) secara berlapis, yang meliputi pengujian density, penggunaan pasta air untuk mendeteksi keberadaan air dalam tangki, serta pengecekan dispenser melalui uji tera nozzle.

Guna menghindari spekulasi liar dan memberikan hasil pemeriksaan yang objektif tanpa rekayasa, Pertamina Patra Niaga berinisiatif menggandeng pihak kepolisian setempat.

Aparat penegak hukum dari jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Bekasi Utara ikut turun ke lapangan untuk melakukan olah pengecekan bersama terhadap fasilitas vital SPBU pada Selasa, 9 Juni 2026.

Petugas kepolisian menyaksikan langsung proses pembukaan segel dan pengujian sampel cairan dari tangki pendam BBM.

Hasil akhir dari inspeksi gabungan ini melahirkan kesimpulan yang identik dengan investigasi internal Pertamina, yaitu fasilitas penyimpanan bensin di lokasi tersebut terbukti bersih secara mutlak dari kontaminasi air.

Selain melakukan uji fisik cairan, tim Pertamina Patra Niaga juga membedah riwayat data operasional penjualan harian di SPBU Pondok Ungu Permai.

Berdasarkan catatan sistem komputerisasi SPBU pada Jumat malam, 5 Juni 2026, atau tepat satu hari pasca-waktu pengisian bensin yang dilaporkan oleh pelapor—terdapat perputaran transaksi yang sangat tinggi di lokasi tersebut.

Sistem mencatat ada lebih dari 2.500 unit kendaraan yang mengisi BBM jenis Pertalite pada periode waktu yang berdekatan. Seluruh ribuan kendaraan tersebut mendapatkan suplai bensin dari tangki pendam yang sama dengan yang digunakan oleh pelapor.

Hasil pemantauan tim operasional menunjukkan bahwa tidak ada satu pun pengendara lain yang melayangkan komplain kendaraan mogok atau mengeluhkan penurunan performa mesin.

"Sampai dengan hari ini Selasa, pihak Pertamina belum menerima keluhan sejenis dari para pelanggan lainnya mengenai kendaraan yang mendadak mogok ataupun indikasi tercampur air pasca-pengisian bensin pada rentang waktu yang sama di SPBU tersebut. Berdasarkan data yang kami miliki, hanya ada satu konsumen ini yang mengajukan keberatan dari total sekitar 2.000 pembeli yang melakukan pengisian Pertalite pada hari tersebut," urai Satria.

Meskipun hasil uji laboratorium dan fakta operasional mematahkan tuduhan video viral tersebut, Pertamina memilih untuk tidak bersikap reaktif atau menyudutkan pihak pelapor. Perusahaan tetap mengapresiasi masukan tersebut sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat.

Manajemen tetap memproses aduan pengendara sepeda motor tersebut melalui serangkaian pengujian teknis tingkat lanjut. Pertamina berkomitmen untuk menjembatani miskomunikasi ini dengan cara yang elegan dan persuasif.

"Pihak manajemen SPBU akan menemui dan memberikan pemaparan lebih mendalam kepada pelanggan tersebut dengan merujuk pada dokumen resmi serta hasil serangkaian pengujian yang telah kami laksanakan bersama pihak eksternal," jelas Satria secara terbuka.

Satria mengimbuhkan bahwa PT Pertamina Patra Niaga memegang teguh komitmen untuk memastikan seluruh produk bahan bakar yang mengalir ke kendaraan masyarakat senantiasa memenuhi standar mutu volume dan kualitas tinggi yang telah digariskan pemerintah.

Perusahaan secara periodik mengaudit seluruh fasilitas SPBU di wilayah Regional JBB demi memitigasi potensi kerusakan teknis pada tangki timbun akibat faktor cuaca atau rembesan air tanah.

Pertamina Patra Niaga kini juga telah menginstruksikan seluruh pengelola SPBU di bawah naungannya untuk memperketat penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) harian secara disiplin tanpa toleransi.

Langkah pencegahan ini wajib menyertakan penyediaan botol sampel (sampling bottle) di area pengisian sebagai instrumen transparansi mutakhir yang dapat dilihat langsung oleh konsumen saat membeli bahan bakar.

Masyarakat yang memiliki pertanyaan, membutuhkan informasi, atau ingin menyampaikan keluhan dapat menghubungi Pertamina Contact Center (PCC) 135, email pcc135@pertamina.com, akun media sosial @pertamina.135, atau langsung melalui SPBU tempat melakukan pembelian BBM.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri