AYOJAKARTA.COM - Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, disebut dalam proses penyidikan kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan yang saat ini ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ).
Tentunya, nama Raffi yang muncul dalam kasus dugaan suap importasi barang di Ditjen Bea Cukai ini membuat banyak pihak terkejut.
Raffi disebut sempat datang ke kantor PT Blueray di Amerika Serikat untuk menitipkan sejumlah barang elektronik.
Kabar ini juga langsung dibenarkan oleh pihak KPK.

"Ada fakta saudara RA (Raffi Ahmad) itu menitip,” ujar Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein.
Namun, Taufik mengatakan bahwa saat ini pihaknya belum mengembangkan fakta tersebut.
Sebab, penyelidikan masih belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa hal tersebut jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus keimigrasian di Ditjen Bea Cukai.
Karena itu, Raffi hingga kini belum mendapat panggilan dari KPK untuk tahap pemeriksaan.

Kendati demikian, tak menutup kemungkinan ke depan KPK akan mengembangkan fakta tersebut jika memang ditemukan bukti lain yang meruju pada tindak pidana korupsi.
Sebagai informasi, nama Raffi Ahmad sempat disebut dalam sidang dugaan suap pengurusan impor dengan terdakwa pemilik PT Blueray Cargo, John Field, di Pengadilan Tipikor Jakarta yang digelar pada Jumat (5/6).
Dalam sidang tersebut, Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK), Sri Pangastuti alias Tuti menyampaikan pihaknya pernah menerima permintaan bantuan pengiriman laptop dan iPhone dari Amerika Serikat yang dikaitkan dengan nama Raffi Ahmad.***