News

Perkuat Infrastruktur Digital Nasional, PLN Berhasil Energize GI 150 kV Sukamahi Arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1

Oleh: Eneng Reni Nuraisyah Jamil Rabu 17 Jun 2026, 18:40 WIB
GI 150 kV Sukamahi arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1 memiliki kapasitas sebesar 350 MVA yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan strategis sektor digital. (Sumber: Ist)

AYOJAKARTA.COM -- PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) kembali mencatatkan pencapaian strategis dengan berhasil melaksanakan energize Gardu Induk (GI) 150 kV Sukamahi arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1 pada 15 Juni 2026.

Keberhasilan ini menjadi langkah penting dalam penyediaan pasokan listrik andal bagi pengembangan pusat data (data center) berstandar global yang akan mendukung akselerasi transformasi digital Indonesia.

GI 150 kV Sukamahi arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1 memiliki kapasitas sebesar 350 Mega Volt Ampere (MVA) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan strategis sektor digital.

Infrastruktur ini akan menjadi salah satu tulang punggung keandalan pasokan energi bagi operasional pusat data Digital Edge yang merupakan bagian dari ekosistem digital modern dengan kebutuhan listrik yang tinggi, stabil, dan berkesinambungan.

General Manager PLN UIP JBT, Kishartanto Purnomo Putro, menyampaikan bahwa keberhasilan energize ini merupakan wujud nyata komitmen PLN dalam mendukung pengembangan infrastruktur digital nasional melalui penyediaan sistem kelistrikan yang andal.

"Keberhasilan energize GI 150 kV Sukamahi arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1 menjadi bukti kesiapan PLN dalam mendukung pertumbuhan industri digital Indonesia. Di era transformasi digital, keandalan pasokan listrik merupakan fondasi utama bagi operasional pusat data yang menjadi penggerak ekonomi digital. PLN akan terus menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang berkualitas guna mendukung daya saing bangsa di tingkat global," ujar Kishartanto.

Kehadiran GI 150 kV Sukamahi menjadi fondasi penting bagi pengembangan kawasan ekonomi digital di Jawa Barat. Dukungan pasokan listrik yang andal bagi pusat data berstandar global diyakini akan mendorong masuknya investasi bernilai tinggi, memperkuat rantai pasok industri digital, serta menciptakan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Aktivitas ekonomi yang tumbuh di sekitar ekosistem pusat data akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, dan mendorong peningkatan pendapatan daerah.

Manager PLN Unit Pelaksana Proyek Jawa Bagian Tengah 3 (UPP JBT 3), Haryo Wisnuaji, bahwa di era transformasi digital, listrik bukan hanya kebutuhan, melainkan enabler utama kemajuan sehingga sangat diperlukan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan.

Energize GI 150 kV Data Center/Sukamahi menjadi bukti komitmen PLN dalam menghadirkan energi andal untuk mendukung pusat data berkelas dunia dan mempercepat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia

"Keberhasilan ini adalah hasil dari sinergi yang kuat antara PLN, pemerintah daerah, mitra kerja, dan masyarakat. Untuk itu kami sampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan gardu induk ini," ungkap Haryo.

Keberadaan pusat data berstandar global yang didukung oleh pasokan listrik andal dari GI 150 kV Sukamahi juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara.

Dengan meningkatnya kebutuhan layanan digital, komputasi awan (cloud computing), kecerdasan buatan (artificial intelligence), serta penyimpanan data, ketersediaan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal menjadi faktor krusial dalam menarik investasi dan mempercepat pengembangan industri digital nasional.

Melalui keberhasilan energize GI 150 kV Sukamahi arah Pelanggan KTT 5 Digital Edge 1, PLN kembali menegaskan perannya sebagai penyedia energi yang tidak hanya menerangi kehidupan masyarakat, tetapi juga menjadi enabler utama bagi pembangunan ekonomi masa depan yang berbasis teknologi, inovasi, dan keberlanjutan.

Reporter Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil