AYOJAKARTA.COM — Wilayah Sigi dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 pada Selasa, 16 Juni 2026.
Hingga berita ini diturunkan, laporan dari lapangan menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa akibat musibah tersebut. Meski demikian, dampak gempa menyebabkan delapan warga mengalami luka-luka.
Dikutip ayojakarta.com dari berbagai sumber Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, mengungkapkan bahwa dua korban di antaranya mengalami luka berat berupa patah tulang dan benturan di bagian kepala.

Kedua korban yang berasal dari Desa Kamarora tersebut saat ini sedang menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Torabelo Palolo, Kabupaten Sigi. Sementara itu, enam warga lainnya dilaporkan mengalami luka ringan yang tersebar di wilayah Kecamatan Nokilalaki, Palolo, dan Sigi Kota.
Mengenai penyebabnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa gempa ini berpusat di daratan, tepatnya sekitar 42 kilometer tenggara Kota Palu dengan kedalaman dangkal yakni 10 kilometer.

Karena pusat gempa berada di wilayah daratan, BMKG memastikan bahwa peristiwa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Guncangan gempa dilaporkan terasa luas hingga ke wilayah Parigi Moutong, Poso, hingga Tojo Una-Una.
Meskipun tidak berpotensi tsunami, aktivitas seismik di lokasi tersebut masih sangat aktif.
Berdasarkan data pemutakhiran, BMKG mencatat telah terjadi sedikitnya 582 gempa susulan, di mana 25 di antaranya merupakan gempa yang dirasakan oleh masyarakat.
Saat ini, tim gabungan dari Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri masih terus bersiaga di lokasi terdampak untuk melakukan pendataan terkait kerusakan bangunan serta memastikan kondisi keamanan warga di lapangan. ***