News

Perkuat Kolaborasi Filantropi di Jakarta, Wakaf Salman dan Kementerian Agama Bersinergi dalam Gerakan Nasional Lebaran Yatim

Oleh: Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Wakaf Salman turut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. (Sumber: Ist)

AYOJAKARTA.COM -- Wakaf Salman turut berpartisipasi dan memberikan dukungan dalam kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Kantor Kementerian Agama RI, Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional Peaceful Muharram 1448 H bertema "Menebar Maslahat, Menguatkan Ummat" yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia.

Acara puncak yang berlangsung di Jakarta tersebut terhubung secara nasional dengan 34 Kantor Wilayah Kementerian Agama dan 514 Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.

Melalui kolaborasi bersama Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Badan Wakaf Indonesia (BWI), lembaga amil zakat, nazhir, dan berbagai lembaga filantropi Islam, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap anak yatim dan penyandang disabilitas.

Rangkaian kegiatan meliputi penyaluran santunan, bantuan perlengkapan sekolah, uang saku, hingga Festival Pesan Inklusif bertema "Dari Jiwa Anak untuk Negeri".

Festival tersebut menghadirkan ruang yang inklusif bagi ribuan anak yatim dan penyandang disabilitas untuk merasakan kebersamaan, apresiasi, dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Manager of Waqf Development Team Wakaf Salman, Ryan Faisal, mengatakan bahwa partisipasi Wakaf Salman dalam kegiatan ini sejalan dengan komitmen lembaga untuk menghadirkan manfaat wakaf yang lebih luas bagi masyarakat.

"Bagi Wakaf Salman, kegiatan ini sejalan dengan visi kami untuk menjadikan wakaf sebagai instrumen yang menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya kelompok yang membutuhkan. Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas bukan hanya momentum berbagi santunan, tetapi juga ruang untuk membangun ekosistem yang lebih inklusif, di mana anak yatim dan penyandang disabilitas dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi, karya, dan masa depan yang harus didukung bersama," ujar Ryan.

Ryan menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga dalam momentum Bulan Wakaf Muharram menjadi langkah strategis untuk memperluas dampak wakaf agar tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan.

"Wakaf Salman memandang sinergi ini sebagai langkah strategis untuk memperluas dampak wakaf sehingga tidak hanya bersifat karitatif, tetapi juga produktif dan berkelanjutan," tambahnya.

Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menegaskan bahwa Muharram harus menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial terhadap kelompok rentan.

Menurutnya, semangat Lebaran Yatim yang selama ini berkembang di berbagai daerah perlu diperluas menjadi gerakan nasional agar semakin banyak anak yatim dan penyandang disabilitas yang memperoleh perhatian dan dukungan.

"Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim, dengan cara mencintai kelompok-kelompok yang membutuhkan perhatian kita. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita? Hari keagamaan seperti ini harus menjadi momentum untuk membantu mereka yang membutuhkan," ujarnya.

Sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi di ibu kota, Wakaf Salman kini juga telah menghadirkan Wakaf Salman Collaboration Hub Jakarta yang berlokasi di Masjid Al Ittihad, Tebet.

Kehadiran collaboration hub ini menjadi ruang kolaborasi bagi masyarakat, komunitas, mitra, dan berbagai pemangku kepentingan untuk bersama-sama mengembangkan program wakaf, pendidikan, pemberdayaan masyarakat, hingga kegiatan sosial yang memberikan dampak berkelanjutan.

Ryan berharap sinergi yang terbangun melalui kegiatan ini dapat terus berkembang dan membuka lebih banyak kolaborasi di masa mendatang.

"Kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa wakaf memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup kelompok rentan. Kehadiran Wakaf Salman Collaboration Hub Jakarta juga kami harapkan menjadi titik temu berbagai kolaborasi yang mampu memperluas manfaat wakaf bagi masyarakat. Di sisi kelembagaan, kami berharap sinergi bersama Kementerian Agama dan seluruh ekosistem filantropi Islam semakin kuat sehingga dampaknya dapat dirasakan lebih luas," tutup Ryan.

Wakaf Salman meyakini bahwa kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga filantropi, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat akan memperkuat ekosistem wakaf di Indonesia serta mendorong lahirnya lebih banyak program sosial yang produktif dan berdampak jangka panjang.

Reporter Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil