AYOJAKARTA.COM - Dalam sebuah acara publik yang penuh dengan kritik tajam, Amien Rais menyampaikan pandangan keras terhadap Presiden Joko Widodo, atau yang ia sebut sebagai Mulyono.
Ia menyebut Jokowi sebagai presiden terburuk yang pernah memimpin Indonesia, dengan alasan-alasan yang ia jabarkan secara panjang lebar.
Menurut Amien, kebijakan dan kepemimpinan Jokowi sangat jauh dari harapan masyarakat Indonesia, terutama dalam hal penghormatan terhadap Undang-Undang Dasar (UUD) 1945.
Baca Juga: Kenapa HP Sering Mati Mendadak? Ternyata Ini Penyebab dan Solusinya
Kritik pertama yang disampaikan pengamat ini adalah bagaimana Jokowi dianggap memperlakukan UUD seperti "anggaran rumah tangga rukun kampung."
Ia mengklaim bahwa presiden saat ini telah merendahkan martabat dasar hukum negara dengan mengabaikan prinsip-prinsip yang seharusnya dijunjung tinggi dalam menjalankan pemerintahan.
Menurutnya, tindakan ini merupakan penghinaan terhadap bangsa dan negara.
Tidak hanya itu, pengamat tersebut juga menyoroti penampilan Jokowi yang kerap terlihat sederhana dan merakyat.
Namun, ia meyakini bahwa di balik penampilan tersebut, Jokowi justru mengabdi kepada kepentingan korporasi besar dan konglomerat.
Ia menuduh bahwa hubungan Jokowi dengan kepentingan pemilik modal, khususnya dari luar negeri seperti Beijing, merupakan bukti bahwa Indonesia telah menjadi subordinat negara asing, khususnya Tiongkok.
“Dia tidak melayani rakyat, melainkan konglomerat,” ujarnya dengan nada tinggi.
Kritikan lebih lanjut diarahkan pada anggapan bahwa Jokowi telah menjadikan Indonesia sebagai negara bawahan dari Cina daratan.
Tidak berhenti di situ, Amien juga memberikan pandangannya tentang masa depan politik Indonesia setelah masa jabatan Jokowi berakhir.
Ia menyampaikan harapan bahwa pada 20 Oktober mendatang, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.
Namun, ia juga mengisyaratkan adanya rencana untuk menggulingkan kepemimpinan Gibran setelah pelantikan, dengan menyebut Gibran sebagai sosok yang tidak kompeten.
Pernyataan kontroversial ini juga menyinggung masalah moralitas.
Amien mengklaim bahwa Gibran terlibat dalam hal-hal yang tidak bermoral, tanpa memberikan bukti konkret. Ia menyebut Gibran terkait konten pornografi, sesuatu yang tidak jelas kebenarannya namun dilontarkan dalam suasana penuh emosi.
Di bagian akhir pernyataannya, Amien menyerukan agar masyarakat Indonesia tetap berdoa kepada Allah dan memohon keadilan bagi bangsa.***