AYOJAKARTA.COM -- Di tengah polemik akun Kaskus Fufufafa, publik kembali dibuat heboh dengan tindakan dari putra ketiga Presiden Jokowi.
Diketahui, polemik akun Kaskus Fufufafa mencatut nama putra sulung Jokowi, yaitu Gibran Rakabuming Raka.
Di saat polemik tersebut belum mereda, Kaesang Pangarep yang merupakan adik dari Gibran justru membuat heboh publik dengan memakai rompi bertuliskan ‘Putra Mulyono’.
Baca Juga: Akun Fufufafa Banyak Menghina Prabowo Subianto, Dokter Tifa: Arahnya Itu ke Psikopat
Tentunya sikap dari Kaesang Pangarep tersebut langsung menarik perhatian publik dan tidak sedikit yang menyebut jika Kaesang sedang ‘menantang’ rakyat Indonesia.
Lantas, adakah alasan tertentu dari Kaesang Pangarep dibalik sikapnya yang menuai kontroversi tersebut?
Dikutip dari tayangan Youtube KOMPASTV pada Jumat, 27 September 2024, Verdy Firmantoro selaku Pengamat Komunikasi Politik UB membeberkan 2 alasan dibalik sikap Kaesang tersebut.
Baca Juga: Tepis Isu Prabowo-Gibran Pecah Kongsi, Kaesang Pangarep Terima Tantangan Pakai Kaos 'Adik Fufufafa'?
Dalam analisanya, Verdy Firmantoro menyebut bahwa sikap Kaesang tersebut seperti merespon kabar yang sedang panas namun tidak serius.
“Merespons sesuatu yang krusial tapi kok tidak serius , kan gitu, itu konteksnya bisa kesana,” jelas Verdy.
Verdy juga menyebut jika respon yang dilakukan oleh Kaesang saat ini juga sempat dilakukan oleh Gibran.
“Kalau kita bicara soal apa yang terjadi dalam beberapa hari ini ya, beberapa hari yang lalu kita melihat bahwa apa yang dilakukan misalnya Mas Kaesang maupun kemarin sempat dilakukan juga oleh Mas Gibran ya,” jelas Verdy.
Menurut Verdy, keduanya kompak menanggapi situasi krusial namun justru dibuat parodi.
“Dalam konteks bagaimana menggunakan semacam refleksi kritik publik tapi justru dikembalikan bukan dengan semacam membangun perlawanan atau membela diri tapi justru membuat sebagai parodi,” ungkap Verdy.
Pengamat Komunikasi Politik tersebut menilai bahwa apa yang dilakukan Gibran dan Kaesang bertujuan agar polemik bisa meredup.
“Itu kecenderungan dalam konteks gaya komunikasi politik anak muda memang cukup disukai karena apa,” tutur Verdy.
Baca Juga: Penyebab Akun Kaskus Fufufafa Viral, Dugaan Keterkaitan dengan Gibran dan Jejak Digital Hina Prabowo
“Membangun seperti dalam konteks parodi itu, menunjukkan bahwa kesan biar masalahnya tentu tidak membesar,” imbuhnya.
Kemudian untuk alasan yang kedua, menurut Verdy tindakan Kaesang tersebut bertujuan agar persoalan yang sedang terjadi salah satunya polemik Fufufafa tidak dibawa ke ranah yang serius.
“Yang kedua agar kemudian publik bisa melihat bahwa ini sebenarnya persoalan barangkali tidak ingin dibawa ke arah yang serius jadi biar kemudian masyarakat bisa mencerna ini dengan lebih mudah,” terang Verdy.
Hanya saja, respon dari Kaesang tersebut juga bisa dinilai sarkastik yang mana bisa membuat masyarakat merasa direndahkan.
“Cuma persoalannya memang , dari komunikasi yang seperti ini memang ada yang disebut dengan pendekatan komunikasi yang sifatnya itu sarkastik ya,” jelas Verdy.
“Jadi bagaimana memakai rumor atau hal-hal yang sifatnya sindiran tadi itu untuk tanda kutip merendahkan diri kita dihadapan publik di hadapan masyarakat untuk kemudian membangun efek simpati mendapatkan perhatian,” katanya.
Baca Juga: Sebut Akun Kaskus Fufufafa Terbukti A1 Milik Gibran, Roy Suryo Minta Kominfo Tanggung Jawab Soal Ini
Meski menarik, Verdy juga mengkhawatirkan jika gaya politik anak muda bisa menimbulkan kecenderungan salah paham,
“Jadi kalau kita melihat apa yang terjadi dalam penggunaan komunikasi politik atau komunikasi gaya politik anak muda kita memberikan konteks bahwa hal-hal seperti ini sebenarnya menarik ya, cuma kalau gaya komunikasi seperti ini itu tidak sesuai konteks itu kecenderungannya bisa disalah pahami,” ungkap Verdy.
Lebih lanjut Verdy menjelaskan, “Kanapa? Karena nanti dianggep merespon sesuatu yang krusial tapi kok tidak serius.”***