AYOJAKARTA.COM - Di media sosial, sedang viral gerakan unik yang memunculkan parodi terkait hasil Pemilu 2024.
Gerakan berupa ajakan memasang hanya foto Prabowo Subianto sebagai Presiden terpilih, sementara untuk posisi Wakil Presiden hanya menampilkan bingkai foto dengan tulisan 'Fufu Fafa', tanpa gambar Gibran Rakabuming, yang resmi terpilih sebagai wakil presiden.
Rocky Gerung, seorang pengamat politik, menyatakan bahwa fenomena ini adalah bentuk satire dari netizen yang menggambarkan bagaimana politik kini lebih dipengaruhi oleh opini publik di dunia maya ketimbang oleh partai politik.
Menurut Rocky isu ini tumbuh sebagai past event apa yang dilakukan Gibran.
Ia menyebut gerakan ini merupakan hasil dari ketidakpuasan terhadap proses politik yang dianggap tidak sepenuhnya transparan, terutama terkait Gibran yang dianggap naik ke kursi Wakil Presiden berkat pengaruh ayahnya, Presiden Jokowi.
"Jadi kelakuan Gibran itu dianalisis sebelum dia jadi wakil presiden jadi tidak ada upaya untuk memecah belah presiden Prabowo dengan wakil presiden yang ada adalah sinisme yang adalah satire," ujar Rocky.
Baca Juga: Tinggal Menghitung Hari! Ini Dia Barang yang Tidak Boleh dan Boleh Dibawa Saat Tes SKD CPNS, Catat!
Rocky juga menjelaskan bahwa gerakan ini bukanlah upaya untuk memecah belah hubungan Prabowo dan Gibran, melainkan sekadar ekspresi sinisme politik yang lumrah dalam demokrasi.
"Ini adalah bentuk satire yang biasa dalam demokrasi, dan kita tidak bisa menghalangi netizen untuk berkomentar," jelasnya.
Ajakan ini, menurut Rocky, adalah cerminan dari frustasi publik terhadap apa yang mereka anggap sebagai dinasti politik.
"Netizen sekarang lebih mengendalikan politik daripada partai politik atau acara-acara talk show. Ini adalah bentuk perlawanan politik dari masyarakat sipil," ungkap Rocky.
Fenomena ini juga menunjukkan bagaimana netizen mampu menggunakan humor untuk melawan arus politik. Menurut Rocky, aksi ini adalah salah satu bentuk 'social disobedience', di mana masyarakat menunjukkan ketidakpuasan mereka terhadap Gibran sebagai Wakil Presiden melalui olok-olok yang menyebar luas di media sosial.
Baca Juga: Berhasil Cek Rekening! SP2D Bansos PKH dan BPNT September-Oktober Sudah Berubah
Rocky memprediksi bahwa ajakan ini akan terus berkembang dan bahkan mungkin akan mempengaruhi postur politik di Indonesia selama lima tahun ke depan.
"Sampai Gibran benar-benar dilantik, gerakan ini akan terus menjadi sorotan, terutama karena tidak ada hukum yang melarang bentuk parodi seperti ini," tambahnya.
Kreativitas netizen dalam membuat meme dan parodi politik, kata Rocky, adalah sesuatu yang melampaui imajinasi banyak orang.
Dalam beberapa minggu ke depan, gerakan ini diprediksi akan terus menjadi perbincangan hangat di media sosial, dan akan menjadi salah satu tantangan besar bagi Prabowo dan kabinet barunya.