News

Fufufafa Hingga Matahari Kembar Adalah Isu Tak Masuk Akal, Kenapa Bisa Demikian?

Oleh: Atiek Widyastuti Hadi Rabu 25 Sep 2024, 20:15 WIB
Polemik akun Fufufafa yang masih berlanjut.

AYOJAKARTA.COM - Fufufafa masih menjadi topik hangat dalam beberapa waktu terakhir.

Banyak pihak yang ikut bersuara mengenai Fufufafa tersebut. Mulai politisi hingga ahli IT.

Salah satunya menilai jika Fufufafa adalah upaya untuk merenggangkan hubungan baik antara Presiden terpilih Prabowo Subianto, Joko Widodo dan Wapres terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Fufufafa diyakini sebagai upaya membenturkan antara ketiganya melalui berbagai rumor politik di masa lalu yang telah kandas.

Selain itu juga untuk mengeksploitasi cerita di masa lalu. Termasuk rumor adanya apel akbar berani mati Jokowi.

Menurut Komandan relawan TKN Prabowo - Gibran Haris Rusly Moti, itu adalah intrik politik yang tidak terlalu canggih dan mudah dibaca arahnya.

Baca Juga: Catat! Ini 2 Info Penting Khusus KPM PKH dan BPNT yang Menanti Pencairan Tahap 5

"Termasuk juga adanya isu matahari kembar dalam pemerintahan yang membentuk dan mengarahkan seakan-akan ada dua matahari dalam pemerintahan usai 20 Oktober 2024," katanya sebagaimana dilansir Ayojakarta.com dari YouTube TribunJogjaOfficial, Rabu 25 September 2024.

Menurut Haris Rusly Moti, adalah adalah isu yang tidak masuk akal.

Mengapa demikian? Karena Indonesia itu menganut sistem presidensial yang menempatkan presiden sebagai sentral kekuasaan.

Dimana presiden memiliki dwi fungsi. Sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.

Presiden terpilih Prabowo juga terus mengimbau pada relawan, pendukung dan pemilihnya untuk berlapang dada.

Selain itu juga memiliki jiwa besar dalam menghadapi dinamika politik agar tidak mudah dihasut dan diadu domba.

Baca Juga: Ojo Kesusu! Anies Baswedan Minta Pendukungnya Tidak Tergesa-Gesa Menentukan Pilihan di Pilkada Jakarta, Inilah Alasannya

Prabowo sendiri bukan seorang pemimpin yang berkuping tipis, yang mudah dihasut oleh rumor yang tidak jelas jejak sejarahnya.

Isu-isu yang ada saat ini hanya sebagai upaya agar pemerintahan yang baru akan puso, punah dan kerdil sebelum berkembang.***

Reporter Atiek Widyastuti Hadi
Editor Imanudin Abdurohman