News

Kunjungi Depok, Dedi Mulyadi Soroti 3 Permasalahan Ini: Kebersihan, Lonjakan Penduduk hingga Kebahagiaan Warga Begini...

Oleh: Redaksi Kamis 19 Sep 2024, 19:36 WIB
Dedi Mulyadi

AYOJAKARTA.COM - Bakal Calon Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengunjungi Kecamatan Tapos, Kota Depok, pada Rabu 18 September 2024 malam yang disambut antusias oleh warga.

Kunjungannya ke Kota Depok membuatnya merasa emosional dengan melihat warga yang penuh dengan tangisan dan kerinduan seperti seorang anak merindukan ayahnya.

Kehadirannya di sana membuat Dedi Mulyadi menyoroti beberapa permasalahan, salah satunya adalah masalah kebersihan.

“Saya kemarin bisa dilihat penuh dengan tangisan, kerinduan seperti seorang anak yang merindukan ayah, artinya bahwa ada aspek psikologi personal yang dialami warga Depok yaitu merindukan seorang bapak,” kata Dedi Mulyadi.

Baca Juga: Pembiayaan BRI untuk Sektor Berkelanjutan Capai Rp793,6 Triliun, Mengacu pada ESG Global

Dedi Mulyadi juga menyoroti masalah kebersihan dan juga sampah. Selain itu, dia juga menyinggung soal pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah yang dilakukan oleh pemerintah provinsi.

“Yang pertama adalah kebersihan yang saya sudah sampaikan bahwa sampah itu primer. Pembangunan pembangkit listrik tenaga sampah adalah sebuah pembersihan yang dilakukan oleh pemprov bersama-sama tentunya dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan itu,” katanya.

Selain itu, Dedi juga menyoroti soal lonjakan penduduk yang membuat angka kelahiran menjadi tidak terkendali hingga banyaknya keluarga yang berpenghasilan ekonomi rendah.

“Terus kemudian yang kedua adalah tadi loh bahwa terjadi lonjakan penduduk mungkin tadi salah satunya angka kelahiran sangat banyak dan tidak terkendali, juga banyak jiwa warga yang berpenghasilan ekonomi rendah,” katanya.

Dedi Mulyadi menyebut, hal itu adalah masalah yang harus diselesaikan dengan telaten, serta butuh peran dari wali kota, kelurahan sampai RT RW.

Baca Juga: Pernahkah Kamu Berpura-pura Bahagia, Padahal di dalam Hampa?

“Ini kan problem yang harus diselesaikan dan itu perlu telaten, perlu ketelatenan dari provinsi, wali kota, kelurahan sampai RT RW yang harus bisa mendaftar penduduk dan di situ bikin komitmen bagi penduduk yang anaknya sudah berlebihan,” tambahnya.

Selain angka penduduk yang tinggi, Dedi menyoroti hal berikutnya yaitu tingkat kebahagiaan yang dirasakan oleh warga, contohnya tempat rekreasi.

“Selanjutnya adalah tingkat kebahagiaan warga. Saya lihat warga ini kurang mendapat supporting hiburan karena hiburan hanya bisa dinikmati oleh orang-orang kaya dalam bentuk hiburan bisa ke Puncak, bisa ke arah Jakarta. Saya lihat orang depok banyak banget itu nah ini diperlukan kan saya lihat banyak sekali fasilitas air disini banyak danau-danau ya. Itu bisa diubah menjadi taman-taman rekreasi warga dan itu difasilitasi pemerintah,” jelasnya lagi.

Lebih lanjut, Bacagub Jabar ini menilai jalanan di Kota Depok ini kurang halus untuk ukuran kota. Oleh karena itu jalanan harus dihotmix.

Baca Juga: Persiapkan dari Sekarang! Ini Tips Mengerjakan Soal TWK agar Lolos SKD CPNS 2024

Dedi Mulyadi juga mengaku tidak pernah memainkan isu SARA karena hal tersebut bisa membangun sentimen negatif untuk orang lain.

“Kan nggak boleh, agama itu nilai-nilai suci. Saya itu udah ngomong, masalah agama itu janganlah diperdagangkan untuk kepentingan politik perorangan pilkada," jelasnya.

Dedi Mulyadi pun meminta agar tokoh-tokoh agama yang memiliki nilai spiritualitas dapat bersikap netral.

"Agar apa? Dia cukup ngomong pada masyarakat, masyarakat pilihlah pemimpin yang sangat kamu cintai dan mampu membahagiakan kamu semua, itu cukup. Kalau tokoh itu kan kayak orang tua berilah restu kepada siapa pun," tandasnya.***

Reporter Redaksi
Editor Jinan Vania Barizky