News

Mungkinkah Pilkada DKI Jakarta 2024 Berlangsung Satu Putaran? Ini Kata Pengamat Politik!

Oleh: Nuriyah Nofasari Kamis 19 Sep 2024, 14:28 WIB
Direktur Eksekutif Charta Politika atau Pengamat Politik, Yunarto Wijaya

AYOJAKARTA.COM - Indonesia sebentar lagi akan mengadakan agenda besar nasional kedua yakni pemilihan kepala daerah (pilkada) atau pemilihan gubernur (pilgub).

Dikutip dari infopemilu.kpu.go.id, Pilkada akan dilaksanakan serentak pada tanggal 27 November 2024. Salah satu daerah yang menggelar pilkada 2024 yakni DKI Jakarta.

Pilkada Jakarta 2024 sendiri diikuti oleh tiga pasang calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur yang akan mengikuti pemilihan ini.

Tiga paslon tersebut adalah Ridwan Kamil (RK)-Suswono, Dharma Pongrekun- Kun Wardhana dan yang terakhir Pramono Anung- Rano Karno (Bang Doel).

Baca Juga: Polemik Akun Fufufafa Makin Meluas! Mengapa Tidak Ada Lembaga Survei yang Mensurvei Apakah Masyarakat Percaya dengan Kasus Ini? Ini Kata Rocky Gerung

Pasangan Dharma Pongrekun-Kun Wardhana adalah calon independen. Calon independen merupakan calon yang maju ke Pilkada Jakarta 2024 tanpa diusung oleh partai politik (parpol) manapun.

Yang kedua, Ridwan Kamil (RK)-Suswono diusung oleh parpol-parpol yang tergabung di dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.

Dan yang terakhir Pramono Anung dan Rano Karno (Bang Doel) adalah paslon yang diusung oleh partai berlambang kepala banteng yakni PDIP.

Kontestasi politik ini semakin memanas karena masing-masing paslon mulai yakin bisa menang dalam satu putaran saja. Lalu, apakah bisa Pilkada Jakarta 2024 berlangsung dalam satu putaran?

Baca Juga: Sudah Ada 50 Instansi Daerah dan Instansi Pusat yang Mengumumkan Hasil Seleksi Administrasi CPNS 2024, Cek di Sini Daftarnya!

Menurut Direktur Eksekutif Charta Politika atau Pengamat Politik, Yunarto Wijaya bahwa Pilkada Jakarta satu putaran sangat mungkin terjadi walaupun secara matematika politik dengan adanya tiga paslon tidak mudah untuk mendapatkan 50% suara.

“Sangat mungkin ya walaupun kalau kita bicara matematika politik, secara matematika kan tiga pasang ini tidak mudah mendapatkan 50%” ucapnya dikutip dari Youtube KOMPASTV, pada Kamis, 19 September 2024.

Ia juga mengatakan pertanyaan terbesar sekarang adalah apakah pasangan calon independen tersebut serius untuk pilkada Jakarta 2024 ini.

“Tapi pertanyaannya adalah ‘apakah pasangan independen ini serius’ karena ada pertanyaan dari publik ketika kemudian ada permasalahan dalam verifikasi ada banyak KTP bodong bahkan sempat dianggap ini akan jadi calon bonekanya Ridwan Kamil saja dalam konteks saat itu orang curiga dengan settingan yang terjadi yang terjadi pada pasangan KIM Plus” katanya.

“Yang menyebabkan orang mengatakan ini pasangan yang mungkin dianggap belum tentu serius” sambungnya.

Ia menyampaikan jika itu terjadi dua pasangan yang lain masih mungkin terjadi akan mendapatkan suara 50%. Dan jika dilihat Ridwan Kamil tingkat pengenalannya lebih tinggi dibandingkan Pramono Anung.

“Kalau itu yang terjadi, masih mungkin buat dua pasangan yang katakanlah serius dalam hal ini Ridwan Kamil-Suswono dengan Pramono Anung-Rano Karno untuk kemudian bisa mendapatkan angka 50%” ucap Yunarto Wijaya atau yang akrab disapa Mas Toto.

“Dan kalau bicara di atas kertas memang saya meyakini tingkat pengenalan dari Ridwan Kamil lebih tinggi ya dibanding mas Pramono Anung” tutupnya.***

Reporter Nuriyah Nofasari
Editor Desi Kris