News

Roy Suryo Akui Yakin 99,99% Akun Fufufafa di Kaskus Milik Gibran Rakabuming, Gara-garanya karena Istilah 'Ingin Tidur Siang'

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Kamis 19 Sep 2024, 14:14 WIB
Pakar Telematika Roy Suryo

AYOJAKARTA.COMRoy Suryo, pakar telematika, kembali menjadi sorotan publik setelah menyatakan keyakinannya bahwa akun misterius "Fufufafa" di Kaskus adalah milik Gibran Rakabuming Raka.

Hal itu berdasarkan sejumlah kebiasaan akun Fufufafa yang dinilainya memiliki kemiripan dengan kebiasaan Gibran Rakabuming. 

Dalam wawancara di kanal YouTube Bambang Widjojanto, Roy Suryo menyampaikan bahwa ia memiliki bukti yang sangat kuat, hingga yakin 99,99% akun tersebut memang dikelola oleh Gibran Rakabuming.

Salah satu alasan utama Roy Suryo adalah ungkapan akun Fufufafa yang mengingatkannya pada kebiasaan Gibran.

Baca Juga: Belum Kelar Huru-hara Akun Fufufafa Gibran Malah Terciduk Nonton Konser Bruno Mars, Netizen Salfok dengan Sosok Wanita Ini

Pada tanggal 31 Maret 2014 pukul 17.00, akun Fufufafa menulis jawaban terkait sebuah rumor dengan mengatakan, "Sebenarnya pengin gua klarifikasi semua, tapi gue lagi pengin tidur siang nih."

Menurut Roy, frasa tersebut sangat mirip dengan pernyataan Gibran saat menolak diwawancarai wartawan di Loji Gandrung dengan alasan ingin tidur siang.

"Ungkapan pengin tidur siang itu langsung mengikatkan saya pada seseorang yang pernah mau diwawancara wartawan di Loji gandrung kemudian di jawab saya mau tidur siang dulu gitu jadi," ujar Roy Suryo, dikutip dari YouTube Bambang Widjojanto, Kamis (19/9/2024). 

Menurutnya, kebiasaan seseorang tidak mudah hilang, bahkan ketika mereka menulis di dunia maya.

Baca Juga: Gibran Tak Bisa Mengelak Lagi? Mahfud MD Ungkap Hal Mengejutkan soal Pemilik Akun Fufufafa

Lebih lanjut, Roy menyatakan bahwa ia memiliki tiga alasan kuat yang mengarah pada keterkaitan Gibran dengan akun Fufufafa.

Pertama, ia menyebut bahwa akun tersebut memiliki banyak informasi yang memetakan pola hubungan Gibran dengan orang-orang terdekatnya, termasuk adiknya, Kaesang Pangarep. Informasi ini, menurut Roy, sangat mendetail dan hanya mungkin diketahui oleh seseorang yang dekat dengan Gibran.

Kedua, Roy menunjukkan bahwa bahasa dan frasa yang digunakan dalam akun tersebut memiliki keunikan yang sangat khas, mirip dengan gaya penulisan Gibran.

Alasan ketiga, Roy menyinggung bahwa kebiasaan seseorang dalam menulis dapat dianalisis menggunakan algoritma dan pendekatan psikologis.

Dengan teknik ini, pola penulisan bisa menjadi petunjuk kuat untuk mengidentifikasi siapa yang berada di balik sebuah akun.

"Ada banyak metode ilmiah yang bisa digunakan untuk menelusuri siapa pemilik akun di dunia maya. Kebiasaan menulis itu bisa diidentifikasi dengan jelas," jelas Roy.

Meskipun keyakinannya sangat tinggi, Roy menegaskan bahwa ia tetap menghormati proses hukum dan investigasi yang sedang berlangsung.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Desi Kris