News

Viral! 6 Juta Data NPWP Diduga Dijual dengan Harga Rp 150 Juta: Data Jokowi hingga Para Menteri Bocor

Oleh: Linda Wati Rabu 18 Sep 2024, 20:50 WIB
6 Juta Data NPWP Diduga Dijual dengan Harga Rp 150 Juta

AYOJAKARTA.COM - Sebanyak data 6 juta NPWP diduga diperjual belikan di forum dark web.

Mulai dari data NIK, NPWP milik Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka hingga para menteri diduga telah bocor.

Informasi soal kebocoran data 6 Juta NPWP ini dibagikan oleh Teguh Aprianto melalui cuitan X @secgron.

Baca Juga: 10 Tahun Jokowi: BRI Raih Predikat BUMN dengan Dividen Terbesar untuk Negara 

Dalam tangkapan layar yang diunggah, tampak nama para pejabat negara, mulai dari Presiden Jokowi, Menteri Keuangan Sri Mulyani, dan lainnya.

Data yang dibocorkan tersebut dijual dengan harga Rp 150 juta.

“Sebanyak 6 juta data NPWP diperjualbelikan dengan harga sekitar 150 juta rupiah. Data yg bocor diantaranya NIK, NPWP, alamat, no hp, email dll,” tulis @secgron.

“NPWP milik Jokowi, Gibran, Kaesang, Menkominfo, Sri Mulyani & menteri lainnya juga dibocorkan di sampel yg diberikan oleh pelaku,” imbuhnya.

Berdasarkan penelusuran, pengunggah tak terduga pemilik jutaan data masyarakat Indonesia ini yaitu Bjorka God User.

Ukuran data keseluruhan itu mencapai 2 Giga Byte (GB), dengan kompresi data mencapai 500 Mega Byte (MB).

Baca Juga: Tes Kepribadian: Burung atau Singa yang Terlihat? Ketahui Apakah Kamu Agent of Change atau Si Pemberani?

Adapun data-data tersebut berisi nama, NIK, NPWP, Alamat, Email, Kontak Ponsel, Identitas Kantor Pelayanan Pajak (KPP), Kanwil, Jenis Wajib Pajak (WP), hingga Status Pengusaha Kena Pajak (PKP).

“Field di dalam sampel: nik, npwp, nama, alamat, kelurahan, kecamatan, kabkot, provinsi, kode_klu, klu, nama_kpp, nama_kanwil, telp, fax, email, ttl, tgl_daftar, status_pkp, tgl_pengukuhan_ pkp, jenis_wp, badan_hukum,” tulisnya.

Teguh juga menunjukan 25 nama teratas yang termasuk dalam 10.000 sampel.

Sampel data yang diunggah tertulis nama, NIK, dan NPWP.***

Reporter Linda Wati
Editor Jinan Vania Barizky