News

Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat Sebut Media Pengaruhi Persepsi Ekonomi di Diskusi IWEB

Oleh: Arif Budianto Selasa 17 Sep 2024, 21:16 WIB
Ketua PWI Jabar Hilman Hidayat Sebut Media Pengaruhi Persepsi Ekonomi di Diskusi IWEB

BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Ketua PWI Jawa Barat yang juga Komisaris Utama Ayo Media Network Hilman Hidayat mengatakan, media memiliki pengaruh terhadap pembentukan persepsi publik atas ekonomi.

Oleh karena, posisi media sangat penting dalam elemen pentahelix lainnya seperti perusahaan, pemerintahan, masyarakat, dan perguruan tinggi. Hal itu disampaikan Hilman saat menjadi pembicara pada Diskusi Ekonomi Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) dengan tema “Memperkuat Hubungan Pentahelix dalam Mendukung Perekonomian Nasional." di Hotel Holiday Inn, Kota Bandung, Selasa 17 September 2024.

Hilman menyatakan, media kini bukan hanya menjadi penyampai pesan saja. Media juga memiliki posisi sebagai kekuatan keempat penyampai aspirasi dan kritik. Media memiliki pengaruh dalam pembentukan persepsi, opini publik, serta sikap masyarakat terhadap isu-isu ekonomi.

Baca Juga: Prihatin dengan Terjadinya Kekerasan Terhadap Wartawan, Ketum PWI Pusat: Ini Harus Kita Lawan!

"Media dapat mengambil peran dalam proses pembuatan kebijakan. Bukan hanya sebagai penyampai informasi namun dapat mempengaruhi kebijakan ekonomi melalui berita yang dibuat," tambah dia.

Di akhir paparannya, Hilman menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mendorong keterlibatan aktif media dalam perumusan dan implementasi kebijakan ekonomi dan kerja sama lainnya. Juga memanfaatkan media untuk meningkatkan transparansi kebijakan serta memberi ruang bagi diskusi kritis yang melibatkan semua pemangku kepentingan dalam ekosistem pentahelix.

Sementara itu, Ikatan Wartawan Ekonomi Bisnis (IWEB) yang menjadi salah dari satu elemen Pentahelix yakni media massa, memfasilitasi sebuah seminar nasional yang dihadiri kelima elemen Pentahelix. Mengambil tema "Memperkuat Hubungan Pentahelix dalam Mendukung Perekonomian Nasional."

Baca Juga: PWI Serukan Perlawanan Terhadap Kekerasan Wartawan: Nyawa Terancam, Kebebasan Pers Dipertaruhkan

Dengan menghadirkan narasumber Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman, Akademisi Unpad Kurniawan Saefullah, Hilman Hidayat dari praktisi media, I Made Sandika Dwiantara dari kalangan profesional bisnis dan Siti Rahmawati mewakili komunitas masyarakat.

Sekda Provinsi Jabar Herman Suryatman mengatakan secara ekonomi Jawa Barat selalu menjadi yang terbaik nasional. Misalnya capaian investasi tertinggi nasional diatas Rp200 triliun kemudian kinerja birokrasi juga terbaik nasional.

Namun masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk mencapai Visi dan Misi Jabar 2025-2040 sebagai provinsi termaju. Waktunya tinggal satu tahun lagi untuk lepas kandas.

"Jabar harus mencapai tingkat kemajuan dan perkembangan pembangunanyang paling tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya, memiliki keunggulan kompetitif di tingkat dunia dalam berbagai aspek dan menjamin kelestarian sumber daya alam dan kualitas lingkungan hidup dengan tata kelola yang baik dalam jangka panjang," ujarnya.

Namun tantangan berat masih terlihat. Seperti rendahnya kualitas tenaga kerja namun kondisi ini diperumit dengan tingginya upah di Jawa Barat. Disinilah perlunya andil dari akademisi untuk memperbaiki kualitas SDM.

Baca Juga: Hadiri Acara Puncak Anugerah Jurnalistik MH Thamrin 2024, Ketum PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Sanjung para Peserta

Masih ada ketimpangan pembangunan antara daerah industri dan non industri yang menyebabkan ketidakmerataan akses terhadap pekerjaan. Sebagian besar wilayah dengan investasi tertinggi merupakan kawasan industri, dengan investasi di sektor yang padat modal.

"Realisasi investasi di Kawasan Rebana di tahun 2023 masih tergolong rendah, hanya mencapai 8,47% dari total investasi yang masuk ke Jawa Barat. Investasi di Jawa Barat bagian Selatan lebih rendah dari kawasan Rebana, yaitu hanya 5,6 persen dari total investasi Jawa Barat. Tentu harus segera diperbaiki dengan bantuan pengusaha dan stake holder terkait," tuturnya.

Jabar tambah Herman, fokus pada pengembangan industri berteknologi tinggi, peningkatan inovasi dan riset pada industri. Tentunya tidak bisa sendirian, namun perlu kolaborasi pentahelix. Riset tentu dibutuhkan. "Jabar siap untuk menjadi yang terdepan. "

Akademisi Unpad Kurniawan Saefullah menyebutkan melalui kolaborasi pentahelix maka semua pihak akan memiliki peran masing-masing sesuai dengan keahliannya.

Baca Juga: Emas Perdana PWI Jawa Barat di Porwarnas Diraih Lewat Cabang Esport

Jangan sampai pertumbuhan ekonomi yang tinggi atau investasi Jabar tertinggi namun belum tentu dirasakan seluruh masyarakat.

"Ketimpangan ekonomi jangan sampai membesar. Dari pemerintah dibutuhkan kebijakan untuk mendukung upaya bersama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Jabar yang berkelanjutan, "jelasnya.

Caranya melalui pemerataan pembangunan hingga investasi. Jabar bisa membuka kawasan baru untuk memeratakan investasi. Sementara akademisi dapat memberikan masukan melalui hasil riset. Juga memberikan edukasi dan tenaga kerja yang andal atau sesuai kebutuhan industri.

Media tentu berperan dalam menyebarkan informasi dan edukasi mengenai kolaborasi pentahelix ini dalam mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Media bisa mempertemukan atau memediasi seluruh stake holder.***

Reporter Arif Budianto
Editor Fathul Amanah