AYOJAKARTA.COM - Liga Akbar saksi kunci kasus Vina Cirebon hadir di sidang PK ke enam terpidana.
Liga Akbar mengakui bahwa dirinya mendapatkan penekanan dari oknum penyidik ketika diperiksa soal kematian Vina Cirebon dan Eky.
Mulanya, Liga Akbar mendapatkan kabar kalau Eky dan Vina Cirebon tewas karena kecelakaan dari media sosial.
Kemudian di malam kejadian itu, ia sempat mendatangi rumah sakit untuk memastikan keadaan Eky dan Vina.
Menurut penjelasannya, sejak awal dia mengura bahwa dua sejoli itu meninggal karena kecelakaan.
Ia meyakini bahwa temannya itu tewas bukan karena dibunuh.
Namun, setelah Linda mengalami kesurupan, kasus tersebut berubah menjadi pembunuhan.
“Awalnya (dikabarkan) kecelakaan, pas tiga hari dimakamkan, keluar kesurupan semua berubah menjadi (karena) pembunuhan,” kata Liga Akbar dikutip dari YouTube Kompastv Jawa Timur.
“Saya emang ngiranya kecelakaan kenapa jadi pembunuhan? Apa gara-gara karena kesurupan semua jadi berubah pembunuhan,” imbuhnya.
Kemudian, setelah beberapa hari Vina dan Eky dimakamkan, ia mengaku mendapatkan telepon dari Iptu Rudiana.
Akbar menyebut kalau Iptu Rudiana awalnya meminta kesaksian terkait helm, motor dan pakaian yang dipakai Eky.
Baca Juga: Ini 2 Kampus Swasta yang memiliki Jurusan Teknik Elektro lebih unggul dari Universitas Negeri
“Pak Rudiana nelpon saya dan menjemput saya di rumah, dimintai kesaksian atas helm, motor dan pakaian,” ujarnya.
Namun, setelah itu Liga Akbar mengaku dibawa ke kantor polisi untuk dimintai kesaksian kalau dirinya mengetahui pembunuhan Eky.
Liga Akbar mengaku sempat menolak karena tidak tahu menahu tentang kejadian yang sebenarnya.
Tetapi, Liga mengaku mendapat penekanan dari oknum penyidik sehingga dirinya terpaksa memberikan kesaksian palsu.
“Saya emang tidak mengetahui tapi emang penyidik menekan saya,” jelasnya.***