News

Postingannya Dinilai Norak! Akun Fufufafa Diduga Milik Gibran Rakabuming Raka, Roy Suryo: Kalau Mau Membuktikan Mudah

Oleh: Linda Wati Jumat 13 Sep 2024, 09:33 WIB
Pakar Telematika Roy Suryo Komentari Postingan Akun Fufufafa

AYOJAKARTA.COM - Akun Kaskus Fufufafa baru-baru ini tengah menjadi perbincangan publik karena diduga milik Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Meski Gibran Rakabuming Raka diduga sebagai pemilik akun Fufufafa, tetapi hal ini belum dapat dibuktikan kebenarannya.

Pakar Telematika Roy Suryo juga menanggai soal akun Fufufafa yang diduga milik Gibran Rakabuming Raka.

Roy Suryo menyebut untuk membuktikan siapa pemilik asli dari akun tersebut itu sangat mudah.

Baca Juga: Misteri Akun Fufufafa Diduga Gibran, Roy Suryo Beberkan Cara Mudah Ungkap Pemilik Akun Sebenarnya, Begini...

Roy Suryo menyampaikan bahwa untuk membuktikannya hanya perlu itikad baik.

“Sebenarnya sangat mudah dan itu hanya dibutuhkan itikad baik saja,” kata Roy Suryo dikutip ayojakarta.com dari YouTube Official iNews, Jumat (13/9/2024).

Pakar Telematika itu menyebut bahwa tulisan yang diunggah akun Kaskus tersebut sudah merujuk pada ujaran kebencian.

“Menurut saya siapapun dia, apapun yang ditulis atau diposting oleh akun Fufufafa ini sudah benar-benar ujaran kebencian, benar-benar pornografi, kampungan, norak dan sebagainya,” ucapnya.

Baca Juga: Gibran Berikan Pernyataan Soal Sosok Misterius Pemilik Akun Kaskus Fufufafa, Begini Katanya

Sebab, pemilik akun Fufufafa sudah berani menyerang Prabowo Subianto selaku Presiden terpilih hingga menyerang gerakan 212.

“Karena selain menyerang Bapak Presiden Terpilih Prabowo Subianto, dia juga menyerang artis-artis yang terkenal juga menyerang partai, juga menyerang gerakan 212,” jelasnya.

Menurutnya, akun tersebut sudah dapat dilaporkan dengan UU ITE.

Sehingga akun tersebut dapat dilakukan penyelidikan oleh pihak yang berwenang.

“Jadi artinya ini layak tanpa dilaporkan pun Undang-Undang ITE atau KUHP kalau ada orang yang mengujarkan kebencian menimbulkan provokasi terhadap massa itu bisa dilakukan penyelidikan,” tegasnya.***

Reporter Linda Wati
Editor Fathul Amanah