AYOJAKARTA.COM - Kematian Ayu Anggraini (14) di Kuburan Cina Palembang baru-baru ini menghebohkan publik.
Bagaimana tidak, Ayu Anggraini tewas karena dirudapaksa dan dibunuh empat anak laki-laki yang masih di bawah umur.
Uwa dan ayah kandung Ayu Anggraini datang ke podcast Denny Sumargo menceritakan bagaimana detik-detik terakhir Ayu sebelum ditemukan tewas.
Uwa korban bercerita bahwa di Minggu pagi keponakannya itu baru mencuci pakaian sekolahnya.
Baca Juga: Soal Kasus Pembunuhan Siswi SMP di Kuburan Cina Palembang, Polisi: Pelaku Utama Ada Kelainan
Kemudian, saat siang hari sekitar 12.00 WIB Ayu pergi keluar.
Kabarnya, Ayu sedang menonton kuda lumping lalu bertemu pelaku.
Setelah Ashar, keluarga baru mendapat kabar Ayu ditemukan tewas di kuburan Cina.
Sementara sang ayah, pada malam sebelum kejadian dirinya melihat sang anak yang sedang tidur.
Memastikan anaknya tidur pulas, ayahnya kemudian memberikan lotion anti nyamuk agar Ayu tidur dengan nyaman.
“Malam Minggu itu tengah malam saya ngelihatin (Ayu tidur) ada nyamuk, terus saya tepuk nyamuknya,” kata ayah korban.
“Itu saya Soffel-in (lotion anti nyamuk) kakinya dan tangannya,” imbuhnya.
Setelah itu, sang ayah menyelimuti anaknya yang sedang tidur.
Namun, entah mengapa ia mengaku tiba-tiba menangis melihatnya.
Rupanya, keesokan harinya ia melihat putri kesayangannya itu berada di rumah sakit dengan kondisi tak bernyawa dan berselimut kain rumah sakit.
Hal yang lebih menyakitkan lagi, Ayu ternyata sosok gadis yang rajin dan pekerja keras yang tak mau merepotkan orang tuanya.
Ia tak malu menjual balon setiap pulang sekolah untuk mengumpulkan uang demi membeli HP sendiri.
Baca Juga: Yakini Kasus Vina dan Eky Ini Bukan Pembunuhan Namun Kecelakaan, Susno Duadji: Kasus Ini Bani Ikra!
“Ayu pengen kayak temen-temen bawa handphone setiap sekolah, Ayu punya rencana yah, Ayu pengen jual balon yah, menjerit hati saya pak,” kata sang ayah menceritakan percakapannya dengan Ayu.
“Saya bilang gini, Ayu sabar yah nak kamu boleh jual balon cuman satu yang ayah minta sekolah jangan lupa yah nak, nanti Insha Allah kalau bapak ada uang ayah tambahin,” imbuhnya.
Atas kasus ini, keluarga korban meminta agar para pelaku dapat dihukum dengan adil dan jangan direhabilitasi.***