News

Gempa Megathrust Tinggal Tunggu Waktu, Fasilitas dan Infrastruktur dari Pemerintah Cukup untuk Evakuasi Masyarakat? Begini Kata Pengamat

Oleh: Nisrina Harum Lestari Selasa 10 Sep 2024, 09:58 WIB
Prihadi, Pemerhati Manajemen Bencana

AYOJAKARTA.COMGempa megathrust kini masih menjadi sorotan masyarakat Indonesia khususnya yang tinggal di pesisir dekat segmen megathrust.

Bagaimana tidak, gempa megathrust dikatakan hanya tinggal menunggu waktu saja.

Pasalnya, belum ada teknologi yang bisa memprediksi kapan gempa megathrust dengan magnitudo maksimal 8,9 akan terjadi.

Tentu masyarakat berharap pemerintah bisa memberikan fasilitas dan infrastruktur guna mengurangi dampak gempa megathrust.

Baca Juga: Jangan Abaikan! Ini 5 Nomor Telepon Penting yang Wajib Disimpan untuk Siaga Gempa Bumi Megathrust, Cek Sekarang!

Namun, belum diketahui apakah fasilitas dan infrastruktur tersebut mencukupi masyarakat melakukan evakuasi.

Pemerhati Manajemen Bencana, Prihadi mengatakan bahwa saat ini yang menjadi permasalahan adalah titik gempa megathrust.

Prihadi menyampaikan bahwa sumber gempa megathrust berada di bawah laut.

Saat ini, Indonesia belum memiliki teknologi pendeteksi gempa seperti yang dimiliki Jepang.

Baca Juga: 6 Hal yang Dilakukan saat Gempa Bumi Megathrust, Jangan Pakai Alat Ini

Menurutnya, cara paling akurat ketika gempa terjadi adalah memberikan jeda waktu untuk masyarakat melakukan evakuasi.

“Gempanya itu ada di bawah laut kan, beda dengan Jepang yang teknologinya sudah mumpuni. Cara paling akurat ketika memberikan waktu lebih lama buat masyarakat ketika gempa itu terjadi dan jeda waktu golden time untuk bisa melakukan evakuasi itu adalah seberapa cepat sih gempa itu bisa dideteksi,” kata Prihadi dikutip ayojakarta.com dari YouTube Metro TV pada Selasa (10/9/2024).

Prihadi menjelaskan bahwa seharusnya sensor pendeteksi gempa dipasang di bawah laut.

Sayangnya, saat ini Indonesia belum memiliki teknologi yang bisa mendeteksi terjadinya gempa seperti itu.

Baca Juga: Antisipasi Potensi Gempa Bumi Megathrust, Ini 5 Aspek Penting Mitigasi Bencana yang Perlu Diketahui

“Nah, itu adalah alatnya sensor gempanya itu mestinya ditanam di bawah laut. Persoalannya adalah teknologinya kita belum bisa seperti itu,” jelasnya.

Prihadi mengungkapkan, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati pernah menyampaikan bahwa pemerintah berupaya untuk memasang alat pendeteksi gempa.

“Yang saya dengar dari Ibu Dwikorita bahwa pemerintah berupaya untuk ketika ada perusahaan komunikasi menanam kabel bawah laut titipin sensor gempanya sama mereka. Itu lebih jauh efisien sebenarnya,” tutupnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Fathul Amanah