AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan sekaligus rudapaksa siswi SMP di Kuburan Cina Palembang baru-baru ini menyita perhatian publik.
Bagaimana tidak, AA (13) siswi SMP di Palembang tersebut dibunuh secara sadis oleh empat temannya yang juga masih di bawah umur.
Ke empat pelaku pembunuhan siswi SMP di Palembang itu telah diamankan, tiga di antaranya hanya direhabilitasi dan satu lainnya ditahan.
Ketiga pelaku tak ditahan karena masih berusia 13 tahun sementara yang ditahan sudah berusia 16 tahun jalan ke 17 tahun.
Kombes Pol Harryo Sugihartono, Kapolrestabes Palembang menyampaikan bahwa IS (16) selaku pelaku utama diduga memiliki kelainan.
Sebab di usianya yang 16 tahun, IS tak mau bergaul dengan teman-teman seusianya.
“IS ini berusia 16 tahun menuju ke 17 tahun yang mana pertumbuhan jiwanya tidak seperti layaknya di usia tersebut, yang bersangkutan tidak bisa bergaul atau mengembangkan diri dengan anak-anak seusianya,” kata Harryo Sugihartoni dikutip ayojakarta.com dari YouTube tvOneNews, Minggu (8/9/2024).
Menurut keterangan Harryo Sugihartono, teman-teman IS kebanyakan adalah anak-anak di bawah umurnya.
Hal itu bertujuan agar IS dapat dengan mudah mengendalikan mereka jika memiliki hal yang diinginkan.
“Oleh karenanya yang bersangkutan memiliki teman-teman yang notabenenya secara usia berada di bawah yang bersangkutan,” kata Harryo melanjutkan.
“Adapun memiliki tujuan supaya bisa dikendalikan sehingga ketika terjadi hal-hal yang diinginkan yang bersangkutan bisa mengajak daripada rekan-rekan yang dikendalikan,” imbuhnya.
Diketahui, empat pelaku tersebut antara lain yaitu IS (16), MS(12), MZ (13), AS(12).
Saat ini kasus pembunuhan siswi SMP di Palembang itu masih diselidiki penyidik PPA Polrestabes Palembang.***