AYOJAKARTA.COM — Publik tengah dihebohkan dengan kabar yang datang dari Youtuber papan atas Indonesia yaitu Atta Halilintar.
Bodyguard dari Atta Halilintar dan sang istri Aurel Hermansyah tertangkap kamera melakukan ancaman kepada para awak media.
Sikap tak terpuji dari bodyguard Atta dan Aurel tersebut dilakukan pada saat dirinya turut datang ke Mapolres Metro Jakarta Selatan pada hari Rabu, 4 September 2024.
Dari unggahan yang viral di berbagai media sosia, bodyguard Atta Halilintar tersebut tampak melontarkan kalimat bernada ancaman kepada para wartawan.
Mulanya, saat Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah akan keluar dari gedung Mapolres Metro Jakarta Selatan tampak wartawan langsung berkerumun untuk mengambil dokumentasi keduanya.
Tampak Atta Halilintar dan Aurel didampingi oleh sejumlah orang, termasuk bodyguard yang berada di depan mereka.
Saat bertemu dengan para wartawan, bodyguard Atta dan Aurel tersebut langsung melarang wartawan untuk mengambil gambar dirinya.
“Jangan shoot saya, tolong jangan shoot saya,” ujar bodyguard Atta.
Kemudian yang mengejutkan, bodyguard Atta tersebut menyampaikan ancaman kalau sampai wajahnya ada di TV maka ia akan menculik satu orang.
“Sempet ada saya di TV, saya culik satu orang,” tegasnya dengan nada emosi.
Sontak saja sikap dari bodyguard Atta dan Aurel yang dinilai tidak terpuji itupun viral dan menimbulkan berbagai komentar.
Terkini, dikutip dari akun TikTok @intensinvestigasi pada Jumat, 6 September 2024, kendati sudah minta maaf namun rupanya apa yang dilakukan oleh bodyguard Atta Halilintar tersebut berbuntut panjang.
Kini bodyguard Atta dan Aurel tersebut terancam dilaporkan ke polisi oleh Aliansi Jurnalis Video (AJV) lantaran menyampaikan kalimat yang dinilai ancaman.
Soal pelaporan tersebut dikonfirmasi langsung oleh Deolipa yang turut mendampingi AJV lapor ke polisi.
“Jadi pada hari ini, malam ini hari apa, Kamis malam Jumat, kami kuasa hukum dari AJV sebenarnya,” ujar Deolipa.
Kepanjangan AJV Aliansi Jurnalis Video dan kemudian kita mewakili korban , salah satu korban, tapi ini banyak korbannya sebenarnya nih ya yaitu kamu-kaum media yang lain ya,” lanjutnya.
Deolipa menuturkan bahwa laporan tersebut dibuat oleh salah satu awak media terkait dengan ancaman yang dilontarkan bodyguard Atta tersebut.
“Jadi ini ada pelapor atas nama Kristen Pratomo yaitu Kristen Pratomo adalah awak media wartawan kan,” terang Deolipa.
Dia melaporkan adanya dugaan pengancaman dan intimidasi dan juga pelanggaran undang-undang pers,” imbuhnya.***