News

Ini Dia Prodi S1 yang Harus Ditempuh untuk Jadi Imam Katolik, di Bandung Cuma Ada Satu

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Jumat 06 Sep 2024, 15:46 WIB
Ilustrasi. Pada saat Paus Fransiskus memimpin misa di Gelora Bung Karno, Kamis, 5 September 2024, ratusan imam katolik mengikutinya dengan khidmat.

AYOJAKARTA.COM - Pada saat Paus Fransiskus memimpin misa di Gelora Bung Karno, Kamis, 5 September 2024, ratusan imam katolik mengikutinya dengan khidmat.

Mereka duduk di samping kiri panti imam.

Nah ternyata untuk bisa menjadi seorang imam Katolik, dia harus kuliah di jurusan yang terbilang jarang.

Jurusan tersebut biasanya hanya ada satu di kota-kota besar di Indonesia.

Seperti di Bandung, jurusan kuliah untuk jadi calon imam ini hanya ada satu.

Di Bandung, satu-satunya program studi (prodi) S1 yang wajib ditempuh oleh calon imam Katolik adalah Fakultas Filsafat Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR).

Baca Juga: Daftar 30 Jurusan S1 Paling Gampang Diterima di UNNES, UNS, dan UNY Lengkap dengan Daya Tampungnya, Ada Prodi Incaranmu?

Fakultas ini memainkan peran kunci dalam membentuk pemahaman filosofis dan teologis para calon imam sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi.

Mengapa filsafat menjadi bagian penting dari pendidikan calon imam?

Filsafat membantu seorang calon imam untuk berpikir kritis, analitis, dan sistematis dalam menghadapi berbagai masalah hidup dan iman.

Studi filsafat juga menyiapkan mereka untuk memahami konsep-konsep mendasar tentang manusia, moralitas, dan Tuhan.

Ini sangat penting dalam menjalani tugas sebagai imam, di mana mereka harus memberikan bimbingan spiritual kepada umat.

Keunikan Fakultas Filsafat UNPAR sebagai satu-satunya prodi S1 Filsafat di Bandung yang mendidik calon imam Katolik menjadikannya tempat penting bagi para frater yang ingin melayani umat.

Baca Juga: Ini 10 Prodi Soshum Paling Sulit Ditembus di UNDIP, Ada Incaranmu?

Para lulusan dari fakultas ini diharapkan tidak hanya memiliki pengetahuan yang mendalam, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mempraktikkan ajaran agama dengan cara yang relevan dan kontekstual dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan pendidikan filsafat yang solid, calon imam dipersiapkan untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang.

Mereka tidak hanya menjadi pemimpin rohani, tetapi juga penuntun moral yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan kritis dari umat di tengah dunia yang kompleks.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Tedi Rukmana