News

Siapkan Benda Ini! Peneliti BRIN Bagikan Cara Selamatkan Diri dari Gempa Zona Megathrust

Oleh: Nisrina Harum Lestari Jumat 06 Sep 2024, 15:13 WIB
Peneliti PR Kebencanaan Geologi BRIN, Dr. Nuraini Rahma Hanifa soal gempa zona Megathrust

AYOJAKARTA.COM – Potensi gempa zona megathrust di indonesia masih terus menjadi perhatian masyarakat.

Sebab, banyak masyarakat khususnya yang berada di dekat segmen megathrust khawatir dengan potensi gempa tersebut.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa gempa zona megathrust hanya menunggu waktu.

Baca Juga: Tes Kepribadian: Gambar Kupu-Kupu Mana yang Kamu Suka?

Sayangnya, belum bisa diprediksi kapan gempa zona megathrust itu akan mengguncang Indonesia.

Diketahui, gempa zona megathrust mempunyai potensi gempa dengan magnitudo besar hingga mencapai 8,9.

Peneliti PR Kebencanaan Geologi BRIN, Dr. Nuraini Rahma Hanifa mengatakan ada tiga cara untuk menyelamatkan diri dari gempa zona megathrust.

Cara pertama adalah masyarakat harus segera berlindung, khususnya melindungi kepala.

Masyarakat juga harus berlindung dan bertahan sampai guncangan gempa berhenti.

“Kalau misalkan tiba-tiba terjadi gempa ketahui tiga langkah. Pertama, segera lindungi kepala, berlindung, sujud, atau bersimpuh dan bertahan selama guncangannya terjadi,” kata Rahma dikutip dari kanal YouTube BRIN Indonesia pada Jumat (6/9/2024).

Baca Juga: Komedian Cak Lontong Jadi Ketua Timses Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024, Apa Alasannya?

Rahma menjelaskan masyarakat harus memahami lingkungan tempat ia berada untuk mengetahui jalur evakuasi yang tepat.

Pastikan untuk mencari jalur evakuasi yang dekat, cepat, dan tentunya mudah untuk diakses.

“Kedua, kenali evakuasi terdekat dan tercepat itu jalurnya melalui pintu yang mana, akses yang mana,” jelasnya.

Rahma mengungkapkan, yang tak kalah penting dalam menyelamatkan diri dari gempa adalah menyediakan alat seperti pluit.

Hal ini akan mempermudah masyarakat mendapatkan pertolongan apabila tertimpa reruntuhan.

“Ketiga, kalau misalkan ternyata kita terjebak reruntuhan dan kita perlu meminta tolong, ada baiknya punya pegangan pluit. Ini bisa membantu kita supaya bisa diketahui oleh tim penyelamat bahwa masih ada orang yang hidup dan memerlukan pertolongan di bawah puing-puing reruntuhan,” ungkapnya.***

Reporter Nisrina Harum Lestari
Editor Jinan Vania Barizky