News

Megathrust Magnitudo 8-9 SR Ancam 13 Wilayah Indonesia, BRIN Beberkan Aksi Mitigasi Bencana Terbaik Hadapi Gempa, Apa Saja?

Oleh: Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp Selasa 03 Sep 2024, 13:13 WIB
Aksi Mitigasi bencana gempa Megathrust terbaik berdasarkan penelitian BRIN

AYOJAKARTA.COM - Gempa megathrust masih menjadi perhatian serius oleh masyarakat.

Disebut-sebut bahwa Pulau Sumatera dan Jawa merupakan wilayah yang paling besar berpotensi mengalami gempa megathrust.

Pakar Kegempaan dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN, Dr. Nuraini Rahma Hanifa mengungkapkan bahwa ada 13 wilayah di Indonesia yang dipengaruhi aktivitas Megathrust sehingga berpotensi paling serius mengalami gempa dahsyat.

"Dari 13 segmen Megathrust yang membentang dadi pesisir barat Sumatera, Selatan Jawa sampai selatan Bali, NTT, NTB, dan juga utara Sulawesi dan Papua, memang secara potensinya itu dia magnitudo sampai 9" ungkap Rahma, dalam unggahan video di kanal YouTube BRIN Indonesia, dikutip AyoJakarta.com, hari Selasa, 3 September 2024.

Baca Juga: YES! 5 Bansos Cair Mulai Hari Ini dan Ada 2 Bantuan Tambahan yang Cair untuk KPM, Apa Saja?

Rinciannya sebagai berikut

- Segmen Kepulauan Batu, magnitudo 8,2 SR

- Segmen Mentawai-Siberut, magnitudo 8,7 SR

- Segmen Mentawai-Pagai, magnitudo 8,9 SR;

- Enggano, magnitudo 8,8 SR

- Segmen Selat Sunda-Banten, magnitudo 8,8 SR

- Segmen Jawa Barat, magnitudo 8,8 SR

- Segmen Jawa Tengah-Jawa Timur, magnitudo 8,9 SR

- Segmen Bali, magnitudo 9,0 SR

- Segmen Nusa Tenggara Timur, magnitudo 8,7 SR

- Nusa Tenggara Barat, magnitudo 8,9 SR

- Laut Banda Selatan, magnitudo 7,4.SR.

- Segmen Sulawesi bagian utara, magnitudo 8,5

- Segmen Filipina-Maluku, magnitudo 8,2 SR

Baca Juga: Rejeki Awal Bulan! 2 Surat PT Pos Indonesia Mulai Dibagikan di 41 Wilayah Ini: Bukan PKH dan BPNT tapi Bansos Ini

Rahma menyebutkan bahwa dari 15 wilayah atau segmen gempa megathrust ini khususnya di daerah Sumatera, Selatan Jawa, dan Sulawesi, bisa mencapai magnitudo 8,5 tapi risiko terbesar adalah Pulau Jawa.

"Kalau kita mempertemukan bahaya Megathrust yang besar dengan penduduknya paling padat maka risiko paling tinggi di Pulau Jawa," ujar Rahma.

Menurutnya Rahma, gempa megathrust akan disebut sebagai bencana besar jika menimbulkan korban jiwa, rumah hingga lahan pertanian rusak sehingga menyebabkan kerugian ekonomi.

Apabila penduduk yang tinggal di Zona Megathrust tidak mampu beradaptasi terhadap bahaya gempa megathrust maka itu bisa menjadi bencana yang besar.

Baca Juga: BLT Rp500 Ribu dan Rp900 Ribu Mulai Cair 2 Hari Lagi, Siap-Siap KPM di Wilayah Ini Banjir Bansos

"Kita perlu mengedukasi diri sendiri jika terjadi gempa, kepanikan adalah faktor utama yang membuat diri kita tidak siap di dalam mengahadapi bencana," tambahnya.

Menurutnya, pemahaman terkait apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana gempa megathrust bahkan potensi tsunami yang datang wajib dimiliki oleh setiap orang.

" Gempa Megathrust di dasar laut bisa menyebabkan tsunami. Lalu jika terjadi tsunami maka kita harus evakuasi ke mana, waktu yang kita berapa lama untuk bisa evakuasi, kemudian ke tempat mana kita perlu melakukan evakuasi, itu bisa mengurangi kepanikan dan merasa lebih siap dalam menghadapi gempa," ujar Rahma.

Rahma juga menganjurkan bahwa penguatan riset, inovasi, dan teknologi untuk melakukan mitigasi bencana merupakan solusi konkrit agar kita siap di dalam menghadapi gempa megathrust.

"Kita perlu upaya mitigasi bencana yang berlandaskan science engineering, technology, and inovation," jelasnya.

BRIN memberikan beberapa aksi atau langkah mitigasi bencana gempa megathrust yang bisa dilakukan oleh masyarakat.

1. Mengenali terlebih dahulu lingkungan kita, apakah tempat yang aman atau berpotensi tinggi terancam gempa, sehingga bisa memperkirakan bahaya yang bisa terjadi.

2. Menyiapkan rencana evakuasi atau penyelamatan diri jika terjadi gempa megathrust

3. Menyiapkan tas siaga bencana dan juga sifatnya logistik kedaruratan

4. Melatih diri untuk menghadapi gempa sehingga kita memahami apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi

Baca Juga: UMM dan UMY Ungguli Unesa! 30 Perguruan Tinggi Terbaik versi Webometrics Impact and Excellent 2024

Misalnya jima terjadi gempa, segera melindungi kepala, berlindung dengan posisi sujud atau bersimpuh selama gempa berlangsung.

5. Memperkuat sarana prasarana bangunan agar tidak mudah roboh saat terjadi gempa

6. Mengenali dan memahami jalur dan akses evaluasi terdekat

7. Mempersiapkan alat untuk pemberitahuan jika terjebak di dalam reruntuhan bangunan akibat gempa.

Misalnya, menyiapkan peluit sebagai persiapan jika mengalami hal yang darurat atau in case of emergency.***

Reporter Dewi Nurrohmah Wulansari,Sp
Editor Desi Kris