AYOJAKARTA.COM -- Kekhawatiran masyarakat terkait virus Mpox semakin tinggi sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan status darurat kesehatan global.
Masyarakat khawatir virus Mpox ini akan tersebar luas dan menjadi pandemi seperti Covid-19 beberapa tahun lalu.
Namun yang lebih mengejutkan lagi harga vaksin Mpox dibanderol dengan harga yang mahal dibanding dengan vaksin Covid-19, benarkah hanya untuk kalangan tertentu?
Lantas adakah kaitan antara Mpox dan Covid-19? Perlukah kita khawatir dengan hal tersebut?
Sejatinya kita memang harus tetap waspada dengan adanya virus Mpox ini karena penularannya yang cepat.
Serta gejala-gejala yang ditimbulkan oleh virus Mpox sangat mirip dengan penyakit lain seperti sakit kepala, demam, nyeri otot, ruam kulit dan kelelahan.
Baca Juga: WHO Umumkan Darurat Kesehatan Global Terkait Mpox, Ini Fakta yang Perlu Diketahui
Namun penularan dan gejala Mpox dan Covid 19 ternyata berbeda loh.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube METRO TV pada Rabu, 28 Agustus 2024 berikut adalah ulasan lengkapnya.
Diketahui bahwa virus Covid-19 dapat cepat menular hanya dengan menghirup tetesan kecil cairan dari orang yang terinfeksi.
Covid-19 mudah ditularkan melalui batuk, bersin, berbicara, bernyanyi, atau bahkan bernafas di dekat orang lain.
Sementara itu, Mpox menular melalui kontak dekat dan berkepanjangan dengan orang yang terinfeksi.
Penularan Mpox biasanya terjadi melalui saluran pernapasan, ciuman, sentuhan langsung pada kulit yang luka, kontak dengan hewan terinfeksi dan kehamilan dari ibu ke janin.
Saat ini, vaksin untuk Mpox telah tersedia, meski demikian ditegaskan oleh menteri kesehatan Budi Gunadi Sadikin bahwa vaksin Mpox bukan untuk masyarakat umum.
Baca Juga: Kemenkes Ingatkan Soal Penyebaran Virus Mpox, Ini Kategori Orang yang Beresiko Tinggi Terkena Mpox
Vaksin ini hanya diberikan kepada kelompok tertentu seperti tenaga medis dan individu yang berisiko tinggi.
Mengingat ketersediaan vaksin yang masih terbatas dan harganya yang mencapai 3,5 juta rupiah per dosis.
Vaksin yang digunakan merupakan modifikasi dari vaksin cacar, karena Mpox dan variola, penyebab cacar, berasal dari keluarga virus yang sama.
Modifikasi ini diharapkan dapat memicu kekebalan terhadap virus Mpox.
Fokus utama kita adalah menjaga kesehatan tubuh dan sistem imun, serta menghindari kontak fisik yang tidak perlu dengan individu yang terinfeksi.***