News

Kasus Vina Cirebon Capai Babak Akhir? Roy Suryo Soroti Tajam Ekstraksi Percakapan yang Tak Muncul sebagai Bukti

Oleh: Dyah Arum Ratri Senin 26 Agu 2024, 16:11 WIB
Roy Suryo dan Uya Kuya soal kasus Vina Cirebon

AYOJAKARTA.COM – Kasus kematian sejoli Vina dan Eky di Cirebon terus menyisakan teka-teki yang tak kunjung menemukan jawaban.

Sebagai informasi, kasus ini terjadi pada tahun 2016 silam namun belakangan kembali viral usai publik mengungkap banyaknya kejanggalan dalam penanganan kasus ini.

Terkini diinformasikan bahwa muncul bukti yang berasal dari ekstraksi handphone Vina.

Bukti baru dari ekstraksi handphone Vina tersebut membuktikan bahwa sesuai dengan pengakuan dari Widi dan Mega.

Baca Juga: Viral! Video Lawas Kaesang Pangarep-Erina Gudono, Diduga Tak Hanya Sekali Pakai Jet Pribadi ke Luar Negeri

Dimana Widi dan Mega pernah mengatakan jika mereka sempat ditelepon oleh Vina pada jam 22.15 dan sempat juga dichat.

Ternyata pengakuan mereka tersebut memang ada bukti yang ditunjukkan dari hasil ekstraksi handphone Vina yang sempat dihadirkan oleh Edwin Partogi.

kemudian dinyatakan juga bahwa bukti ekstraksi HP Vina tersebut dulu sempat ada di BAP, hanya saja terlewat tidak dibahas.

Namun, kemarin pengacara Pitra mengatakan bahwa bukti tersebut hanya sebagian saja dan tidak bisa membuktikan apa-apa.

Dikutip dari tayangan YouTube Uya Kuya TV pada (26/8/24), Roy Suryo selaku pakar telematika memberikan tanggapa atas hal tersebut.

Dengan tegas Roy Suryo menuturkan jika bukti tersebut memang pernah muncul maka kasus ini sudah pasti selesai dari dulu.

Baca Juga: Megathrust Berpotensi Ancam Indonesia, Ini Isi Tas Siaga Bencana yang Harus Kamu Persiapkan!

“Kalau saja bukti ini memang pernah muncul awal-awal kasus ini meledak, mungkin perkara ini cepet dan tidak berkepanjangan,” ujar Roy Suryo.

“Tidak harus sampai ada drama, sampai ada muncul sekian panjangnya lawyernya banyak banget, ada geng motor segala yang muncul, gak harus sepanjang ini gitu,” tambahnya.

Roy Suryo juga menuturkan jika saat itu dirinya sempat menantang agar rekaman CCTV bisa dibuka untuk ia teliti, namun hingga sekarang rekaman CCTV tersebut tak pernah dimunculkan.

“Waktu itu saya tantang, kalau memang ada rekaman CCTV, rekaman videonya bukan hanya potongan tangkapan layar saya sanggup untuk meneliti itu bener apa gak, akhirnya itu gak muncul, hilang,” jelasnya.

Lebih lanjut Roy Suryo mengatakan, “Nah, jangan sampai bukti ekstraksi ini itu hanya sebagian atau berbeda dengan yang ada di BAP. Terus terang saya memang belum melihat yang ada di BAP.”

Menurut analisa Roy Suryo, jika jika memang yange di BAP sama persis dengan yang sekarang beredar maka tentu saja bisa dijadikan bukti baru atau novum.

Baca Juga: Megathrust Berpotensi Ancam Indonesia, Ini Isi Tas Siaga Bencana yang Harus Kamu Persiapkan!

“Kalau yang ada di BAP itu sama persis dengan yang sekarang beredar, ada beberapa lembar yang sudah dikirimkan ke saya dan itu sama maka itu bisa jadi alat bukti baru atau novum,” tegas Roy Suryo.

“Meskipun dulu katanya sudah keluar tapi kan belum dibahas di persidangan karena ekstraksi ini sebenarnya metode untuk melakukan crime investigation,” imbuhnya lagi.

Apa yang disampaikan Roy Suryo sendiri bukan tanpa alasan lantaran menurut dirinya, bukti dari HP tidak bisa bohong kecuali direkayasa.

“Handphone gak bisa bohong kecuali direkayasa tetapi kalau direkayasa kan kita juga bisa tahu, ada forensiknya bisa memeriksa,” ungkapnya.

Maka dari itu Roy Suryo merasa ada keanehan dalam penanganan kasus ini, kenapa tidak dilakukan juga penelitian terhadap CCTV.

“Jadi memang kalau saja dulu itu muncul di BAP berarti kepolisian canggih dong waktu itu bisa mengekstraksi handphone kenapa gak bisa meneliti CCTV, ini kan aneh,” ujarnya.

Baca Juga: Muncul Gelombang Penolakan Revisi Undang-Undang Pilkada Usai Putusan MK, Anies Baswedan Tanggapi Revisi PKPU

Pakar telematika tersebut juga menambahkan, “Kan disebut-sebut pada persidangan tahun 2017 yang saya ikuti adalah CCTV-nya ada tapi tidak ada ahli yang bisa buka gitu kan.”

“Dan kasus Vina in menurut saya memang aneh gitu lho yaitu ada sesuatu yang besar, kalau CDR ini ternyata adalah sama persis dengan hasil yang ada di BAP yaudah ini sah ini,” tambahnya lagi.***

Reporter Dyah Arum Ratri
Editor Jinan Vania Barizky