News

Klarifikasi Ridwan Kamil Terkait Cuitan Lama yang Julid: 'Maafkan Aku yang Dulu'

Oleh: Francisca Wuri Sulistyowati,ST Senin 26 Agu 2024, 11:52 WIB
Ridwan Kamil

AYOJAKARTA.COM - Bakal calon Gubernur Jakarta, Ridwan Kamil, memberikan klarifikasi mengenai cuitan-cuitan lamanya di platform X (Twitter), yang dianggap julid oleh netizen.

Klarifikasi ini datang setelah dirinya mendapat hujan kritik dari para pengguna platform tersebut, terutama terkait salah satu unggahannya tentang karakter orang Jakarta, yang kini telah ia hapus.

Pada 25 Agustus 2024, Ridwan Kamil mengunggah permintaan maaf dan refleksi mengenai masa lalunya sebagai pengguna aktif media sosial.

Ia mengakui bahwa dulu, sekitar 12 hingga 15 tahun yang lalu, sebelum menjadi pejabat publik, ia kerap berekspresi secara bebas di Twitter.

Baca Juga: Singgung Soal Hukum Tabur Tuai, Rizky Billar Sindir Kaesang Pangarep: Sekarang 1 Indonesia Ngolok-ngolok Istrinya

Ridwan Kamil menjelaskan bahwa platform tersebut pada masanya merupakan tempat bagi dirinya untuk menyampaikan kritik pedas, sindiran tajam, hingga ekspresi yang nyinyir.

"Dulu saya adalah netizen yang marah—bahkan julid," ujar Ridwan Kamil dalam unggahannya di X.

Ia mengungkapkan bahwa seiring perjalanan hidupnya, takdir membawanya menjadi pejabat publik, mulai dari Walikota Bandung hingga Gubernur Jawa Barat.

Dalam perannya sebagai pejabat publik, Ridwan Kamil mengaku sering kali merasakan balik dikritik dan disindir oleh netizen, sebuah pengalaman yang membuatnya tersenyum dan introspeksi.

Baca Juga: KPM PKH, BPNT, Non DTKS Full Senyum! 2 Bansos Non Tunai Cair Pagi Ini, Siap-siap Saldo Masuk Rekening Mulai Rp450 Ribu

“Konon setiap orang akan melewati fase-fase jadi tukang protes, anak muda yang rebel penuh kritik dan sinisme. Tapi semua orang juga berproses, harus menjadi lebih bijaksana dan tahu diri,” lanjutnya.

Ridwan Kamil juga menyadari bahwa masa muda yang penuh kritik dan sinisme adalah bagian dari fase hidup yang banyak dialami oleh orang lain.

Namun, ia menekankan bahwa proses kehidupan mengajarkan seseorang untuk menjadi lebih bijaksana dan memahami sudut pandang yang berbeda seiring berjalannya waktu.

“Untuk twit-twit saya yang lama, saya akui dulu saya kurang bijak dan mungkin kurang literasi—bahkan kurang sopan,” tuturnya.

Ia pun meminta maaf kepada pihak-pihak yang mungkin merasa tersinggung atau terluka oleh cara-cara ekspresinya di masa lalu.

Ridwan Kamil menegaskan bahwa ia tidak berusaha membela diri atau mencari pembenaran, melainkan menyadari bahwa itulah dirinya di masa lalu yang kurang bijak.

Mengakhiri klarifikasinya, Ridwan Kamil mengajak semua pihak untuk "move on" dan terus berproses menjadi pribadi yang lebih baik.

"Maafkan aku yang dulu," tulisnya sebagai penutup.***

Reporter Francisca Wuri Sulistyowati,ST
Editor Desi Kris