News

Langkah Nyata Kesetaraan Gender: Begini Upaya Pemberdayaan Perempuan di Wilayah Terdampak Pembangunan PLTA Cisokan

Oleh: Eneng Reni Nuraisyah Jamil Senin 26 Agu 2024, 10:46 WIB
Pemberdayaan ini fokus pada edukasi pencegahan perilaku seksual berisiko, kesehatan reproduksi remaja, dan pencegahan pernikahan dini.

AYOJAKARTA.COM -- PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Tengah (UIP JBT) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan.

Salah satu upaya tersebut dibuktikan melalui program-program yang menyasar masyarakat di sekitar lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Upper Cisokan Pumped Storage.

Program pemberdayaan ini dilaksanakan dengan fokus pada edukasi mengenai pencegahan perilaku seksual berisiko, kesehatan reproduksi remaja, dan pencegahan pernikahan dini.

Baca Juga: 3.200 Calon Taruna-taruni Poltekim dan Poltekip Lulus SKD 2024, Ini Hasil Skor Tertinggi Terendah dan Kuota Lolos Tiap Gender

PLN sadar terhadap perannya dalam tanggung jawab sosial kepada masyarakat yang berada di sekitar proyek.

Manager PLN UPP JBT 1, Budi Nugroho Sulaksono mengatakan setiap pembangunan infrastruktur energi harus sejalan dengan pembangunan sosial masyarakat, terutama di wilayah yang terdampak langsung oleh proyek-proyek besar.

Dirinya lanjut menuturkan bahwa melalui program ini, PLN berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya perempuan dan remaja putri di sekitar area pembangunan PLTA tersebut.

Baca Juga: Tembus 1.000! Formasi Penjaga Tahanan CPNS Kemenkumham 2024 Lulusan SMA: Ini Acuan Kuota Kebutuhan Tiap Gender di 33 Provinsi

"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran PLN tidak hanya membawa manfaat dari segi energi, tetapi juga dari segi sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar," ungkap Budi.

"Program pemberdayaan perempuan ini adalah salah satu langkah kami untuk mendorong kesetaraan gender dan memberikan dukungan penuh kepada perempuan agar mereka dapat berperan lebih aktif dalam pembangunan komunitas mereka," lanjut Budi.

Sekadar informasi, program yang dilaksanakan di 8 desa di Kabupaten Bandung Barat dan 1 desa di Kabupaten Cianjur tersebut diikuti oleh 180 pesera wanita yang berasal dari Desa Sirnagalih, Desa Cijambu, Desa Kaarangsari, Desa Sarinagen, Desa Cibitung, Desa Sukaresmi, Desa Cicadas, Desa Bojongsalam, dan Desa Karangnunggal.

Baca Juga: CPNS Kemenkumham 2024 Dibuka Juli-Agustus, Ini Skor Aman Formasi Penjaga Tahanan Per Gender di 33 Provinsi untuk Lulusan SMA

Program ini juga melibatkan kerja sama dengan Universitas Islam Negeri Bandung, lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi lokal yang memiliki fokus pada isu-isu kesetaraan gender dan kesehatan masyarakat.

"Program ini adalah bentuk nyata dari kepedulian PLN terhadap masyarakat di sekitar area pembangunan PLTA Cisokan. Kami berharap, melalui program ini, kaum perempuan di desa-desa tersebut dapat lebih berdaya dan memiliki pengetahuan yang cukup untuk menjaga kesehatan dan masa depan mereka," kata Rifki Santoso, Pelaksana Harian (Plh) General Manager PLN UIP JBT.

Selain itu, program ini juga mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satu perwakilan ibu-ibu yang mengikuti pelatihan, Neng Rusmiati menyampaikan rasa terima kasihnya kepada PLN atas edukasi yang telah diberikan.

"Kami sangat berterima kasih kepada PLN atas pelatihan ini. Banyak hal baru yang kami pelajari, terutama mengenai kesehatan reproduksi dan pentingnya mencegah pernikahan dini. Ini sangat bermanfaat bagi kami dan anak-anak kami," kata Budi.

Budi menegaskan, PLN akan terus melanjutkan komitmennya untuk mendukung berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: CPNS Kemenkumham 2024 Dibuka Juli-Agustus, Ini Kebutuhan Formasi Penjaga Tahanan Per Gender di 33 Provinsi untuk Lulusan SMA

"Termasuk program-program yang mendukung pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender di berbagai wilayah operasionalnya," ujarnya.

Reporter Eneng Reni Nuraisyah Jamil
Editor Eneng Reni Nuraisyah Jamil