AYOJAKARTA.COM - Budayawan sekaligus politikus Indonesia, Eros Djarot memberikan catatan khusus kepada presiden terpilih Indonesia Periode 2024-2029, Prabowo Subianto.
Ia mengatakan bahwa Prabowo Subianto tersebut tidak serakah dalam hal politik sehingga desain Koalisi Indonesia Maju (Kim) ini tidak akan merugikan.
“Saya tidak melihat Bowo itu terlalu serakah seperti itu ya. Sehingga desain ini mungkin akan merugikan dia menurut saya Ya karena kan di awal dia masuk pemerintahan digelarkanlah karpet ya karpet yang busuk gitu ya" ucapnya.
"Sehingga waktu masuk istana juga akan tersandung-sandung karpet yang busuk ini gitu kan” lanjut Eros Djarot budayawan tersebut, dikutip dari Youtube Refly Harun, pada Minggu, 25 Agustus 2024.
Baca Juga: Elemen Society Melawan! Rocky Gerung Komentari Aksi Demo di Depan Gedung DPR RI: Nggak Usah Takut...
Menurutnya, Prabowo ini jangan terlalu fokus ke Jakarta sebaiknya ia fokus ke ibu kota yang baru dengan segala kesiapannya.
“Sebetulnya akan lebih bagus dia tidak terlalu berkonsentrasi ya untuk hanya DKI karena menjadi concern yang lebih penting kan bukan DKI ya tapi apakah dia nanti menginjakkan kakinya di kota yang baru itu Ibukota yang baru dengan segala kesiapan dan tidak kesiapannya gitu kan Ini yang lebih penting” kata Eros.
“Karena menurut saya jangan lagi ditambah hal-hal yang sebenarnya tidak terlalu menguntungkan dia” sambungnya.
Eros Djarot mengatakan jika Jakarta nanti benar-benar melawan kotak kosong akan sangat buruk untuk Prabowo yang baru saja mau masuk ke istana.
Baca Juga: Cuitan Lama Ridwan Kamil soal Karakter Orang Jakarta Kembali Dibahas, Blunder Jelang Pilgub?
“Jadi tinggal lawan kotak lawan kotak akan sangat buruk ya buat karpet yang digelar untuk mengantar dia ke istana” katanya.
Menurut budayawan tersebut, yang sekarang menjadi pertanyaan apakah Prabowo akan meneruskan program Jokowi yang sudah dikritik masyarakat?
Jika Prabowo ingin meneruskan, menurutnya hal tersebut juga tidak masalah tapi ada beberapa catatan merah di 2 tahun terakhir masa pemerintahan Presiden Jokowi.
“Apakah nanti mas Bowo ini mau meneruskan ya hal-hal yang sudah dikritisi banyak pihak ya tentang apa yang sudah dilakukan Pak Jokowi tentunya yang baik-baik haruslah gak masalah” ucapnya.
“Ya tapi memang catatan-catatan merah itu yang di 2 tahun terakhir ini ya. Bahkan yang paling nyata itu di 6 bulan terakhir ini sangat-sangat luar biasa” sambungnya.
Politisi Indonesia tersebut menyebutkan, catatan-catatan pada pemerintahan Jokowi tersebut seharusnya menjadi catatan khusus Prabowo jika tidak, ke depannya akan tidak menguntungkan Prabowo sendiri.
“Sehingga kalau itu tidak menjadi catatan khusus oleh Bowo, Mas Prabowo ya Presiden akan datang ini tidak menguntungkan” katanya.
Baca Juga: Dinilai Pamer Kemewahan di Amerika saat Rakyat Demo, Erina Gudono Disindir Anak Amien Rais
“Jadi selamanya dia dalam satu perahu yang selalu oleng nantinya H buat saya itu tidak menguntungkan sehingga apa yang sebetulnya diinginkan berprestasi tidak akan” tutupnya.
Sebelumnya, banyak peristiwa politik yang menjadi sorotan publik terjadi akhir-akhir ini.
Salah satunya, aksi demo yang digelar di depan Gedung DPR RI usai Baleg DPR RI menentukan ambang batas 20 persen kursi di parlemen untuk parpol (partai politik) yang akan mengusulkan nama calon jagoan mereka di Pilkada.***